• Selasa, 7 Februari 2023

Kecam Keras Pembakaran Alquran di Depan Kedutaan Turki di Swedia, MUI Sebut Rasmus Paludan Tak Beradab

- Selasa, 24 Januari 2023 | 11:32 WIB
Arsip - Politisi Denmark dan Swedia Rasmus Paludan saat membakar salinan Al Quran pada aksi demonstasi di gedung Kedutaan Turki di Stockholm. (TikTok @lawjustice.co)
Arsip - Politisi Denmark dan Swedia Rasmus Paludan saat membakar salinan Al Quran pada aksi demonstasi di gedung Kedutaan Turki di Stockholm. (TikTok @lawjustice.co)

SINAR HARAPAN - MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengecam dan menyesalkan aksi pembakaran kitab suci Alquran oleh seorang politisi Swedia di depan kantor Kedutaan Besar Turki di Stockholm.

"Mengecam keras dan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh kelompok ekstrem kanan yang dipimpin oleh Rasmus Paludan," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim dalam keteranganya yang dikutip Selasa 23 Januari 2023.

"Ini sudah dilakukan beberapa kali oleh Paludan dan kelompoknya," sambungnya.

Baca Juga: Politisi Anti Islam Denmark Rasmus Paludan Sebut Ingin Membakar Alquran Lebih Banyak Lagi

Sudarnoto mengungkapkan, tindakan Rasmus Paludan tidak hanya menuai konflik.

Dia menilai aksi politisi ini sangat memalukan dan tidak beradab.

Paludan dan kelompoknya dengan sengaja terus menebar xenofobia, rasialisme, dan Islamofobia.

Baca Juga: Berawal dari Menulis Doa dengan Aksara Jepang, WNI di Nagoya Tulis Buku Doa-doa dari Alquran dalam Tiga Bahasa

"Paludan dan kelompok ekstrem ini adalah kelompok 'uncivilized', tak beradab dan menjadi musuh bagi semua orang yang berpikiran sehat," terangnya.

"Kelompok ini benar-benar telah melakukan pelanggaran berat terhadap prinsip keharusan menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak beragama," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: PMJ

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X