Jepang Akan Tingkatkan Unit Pertahanan Rudal di Pulau-pulau Terpencil dengan Pasukan Bela Diri

- Senin, 5 Desember 2022 | 17:42 WIB
Ilustrasi rudal Jepang. (Japan Ground Self-Defense Force)
Ilustrasi rudal Jepang. (Japan Ground Self-Defense Force)

SINAR HARAPAN - OTORITAS Jepang sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan hampir tiga kali lipat jumlah unit kemampuan pertahanan Pasukan Bela Diri.

Pertahanan ini dilengkapi dengan intersepsi rudal balistik di pulau-pulau terpencil di barat daya negara itu pada akhir tahun fiskal 2031.

Hal itu disampaikan dalam sebuah naskah rencana yang diharapkan akan dimasukkan dalam Panduan Program Pertahanan Nasional Pemerintah Jepang.

Baca Juga: Jepang Gandeng AS untuk Kirim Astronot ke Stasiun Ruang Angkasa yang Mengorbit ke Bulan

Yakni suatu kebijakan pembangunan pertahanan selama 10 tahun yang akan diperbarui pada akhir tahun ini.

Langkah tersebut diambil Pemerintah Jepang karena negara tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan pertahanannya, terutama di barat daya yang merupakan area strategis penting di Jepang.

Ini mengingat adanya ketegangan militer dengan China di Laut China Timur.

Baca Juga: Kasus Covid 19 Jepang Naik Pasca Pembukaan Perbatasan Perjalanan, WNI Diminta Berjaga Diri dan Booster

Menurut naskah yang diperoleh Kyodo News pada Minggu 4 Desember 2022, Jepang berencana untuk meningkatkan jumlah unit pertahanan rudal balistik SDF di Kepulauan Nansei.

Peningkatan ini hingga 11 unit dari empat unit yang ada saat ini pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2032.

Nansei adalah sebuah rangkaian pulau yang membentang dari barat daya Kyushu, Jepang menuju Taiwan.

Baca Juga: Kapal China dengan Meriam Masuki Perairan Jepang Dekat Pulau Tak Berpenghuni Senkaku

Di antara tujuh unit pertahanan rudal tersebut, enam akan berbasis di prefektur selatan Okinawa dan satu akan dikerahkan di Pulau Amami-Oshima di barat daya Prefektur Kagoshima, berdasarkan naskah rencana tersebut.

Selain itu, naskah itu juga menyebutkan bahwa total 14 unit pertahanan rudal darat-ke-udara di seluruh Jepang akan mendapatkan kemampuan baru untuk mencegat rudal, termasuk tujuh yang ada di area-area yang telah disebutkan itu.

Rencana itu juga mengatakan bahwa peluru kendali jarak menengah Tipe-03 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang, yang awalnya dirancang untuk mencegat pesawat, akan direnovasi sehingga dapat menembak jatuh rudal balistik, dan itu akan dikerahkan pada tahun fiskal 2026.

Baca Juga: 200 Warga Jepang dan Wali Kota Shizuoka Nikmati Rampak Gendang, Angklung, hingga Jaipong

Rudal darat-ke-udara yang ada saat ini rencananya akan dimodifikasi untuk melawan senjata luncur hipersonik, yang diyakini sedang dikembangkan oleh negara-negara seperti China dan Rusia.

Modifikasi itu akan dilakukan sebelum dimulainya produksi massal yang dijadwalkan pada tahun fiskal 2029 dan penyaluran dana pada tahun fiskal 2032 sesuai rencana.

Untuk menghadapi tantangan keamanan yang meningkat seperti pembangunan militer Beijing, peluncuran rudal balistik secara berulang oleh Pyongyang dan perang berkepanjangan di Ukraina.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X