Junta Militer Myanmar Jatuhkan Hukuman Mati 139 Orang Terhadap Oposisi

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 19:45 WIB

Militer Myanmar (dok)

SINAR HARAPAN--Junta Myanmar menjatuhkan hukuiman mati terhadap 7 orang pekan ini, sehingga jumlah mereka yang terpidana mati menjadi 139 orang, demikian laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Seorang juru bicara Junta tidak menanggapi panggilan dari luar Myanmar yang meminta konfirmasi tentang hukuman mati terbaru. PBB menuduh Junta menggunakan hukuman mati sebagai "alat untuk menghancurkan oposisi".

Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi digulingkan dalam kudeta militer pada Februari 2021, yang mengakhiri periode singkat demokrasi di negara itu.

Setidaknya tujuh mahasiswa laki-laki dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer pada Rabu (30/11/2022), kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Dengan menggunakan hukuman mati sebagai alat politik untuk menghancurkan oposisi, militer menegaskan penghinaannya terhadap upaya Asean dan masyarakat internasional pada umumnya untuk mengakhiri kekerasan dan menciptakan kondisi untuk dialog politik untuk memimpin Myanmar keluar dari pelanggaran hak asasi manusia. krisis yang diciptakan oleh militer," kata Turk dilansir Channel News Asia, Sabtu (3/12/2022).

Laporan media lokal mengatakan bahwa mahasiswa yang berbasis di Yangon ditangkap pada bulan April dan dituduh terlibat dalam penembakan bank.

"Menjatuhkan hukuman mati pada mahasiswa adalah tindakan balas dendam oleh militer," kata serikat mahasiswa Universitas Dagon dalam sebuah pernyataan.

PBB juga sedang menyelidiki laporan bahwa empat aktivis pemuda lainnya juga dijatuhi hukuman mati pada Kamis (1/12/2022).

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Bisnis.com

Tags

Terkini

X