Kemlu Belum Dapat Konfirmasi Kunjungan Utusan Khusus AS untuk LGBT ke Indonesia

- Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
Bendera Amerika Serikat dan Bendera LGBTQ. (Istimewa )
Bendera Amerika Serikat dan Bendera LGBTQ. (Istimewa )

SINAR HARAPAN - KEMENTERIAN Luar Negeri menyatakan belum menerima konfirmasi mengenai rencana kunjungan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Memajukan Hak LGBTQI+ Jessica Stern ke Indonesia.

“Kita perlu mengonfirmasi dulu apakah betul kunjungan itu akan dilakukan, sehingga sekarang saya tidak bisa berkomentar lebih jauh,” kata Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah ketika ditemui di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS dalam situs resminya mengumumkan rencana perjalanan Stern ke Vietnam, Filipina, dan terakhir Indonesia pada 7-9 Desember 2022.

Baca Juga: Amerika Serikat Tegaskan Melarang Penjualan Alat Telekomunikasi yang Dibuat Huawei

Selama kunjungan tersebut, Stern disebut akan bertemu dengan pejabat pemerintah dan perwakilan masyarakat sipil untuk mendiskusikan hak asasi manusia, termasuk memajukan hak orang-orang LGBTQI+.

Rencana kunjungan tersebut menimbulkan kontroversi di Indonesia. Penolakan tegas datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menilai kedatangan Stern bisa merusak nilai luhur agama dan budaya, karena dari enam agama yang diakui di Indonesia tidak ada satu pun yang menoleransi praktik LGBTQI+.

Baca Juga: Instagram Blokir Terapi Konversi LGBT dari Platformnya

Sementara Ketua PBNU Ahmad Fahrurrozi mengatakan tidak mempersoalkan kehadiran Stern, asalkan dia tidak melakukan kampanye LGBTQI+ di Indonesia.

Gus Fahrur meminta Stern untuk memahami bahwa LGBTQI+ merupakan perilaku penyimpangan sosial yang tidak sesuai dengan norma, moral, etika, agama, dan nilai bagi warga Indonesia.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X