COVAX Telah Menyalurkan 1,84 Miliar Dosis Vaksin Covid 19 ke 92 Negara Berpendapatan Rendah dan Menengah

- Kamis, 1 Desember 2022 | 14:24 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus mendorong upaya kesetaraan vaksin dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan ketika memimpin pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC-EG) pada Rabu (28/9). (antara)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus mendorong upaya kesetaraan vaksin dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan ketika memimpin pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC-EG) pada Rabu (28/9). (antara)

SINAR HARAPAN - MEKANISME berbagi vaksin global (COVAX) hingga saat ini telah menyalurkan 1,84 miliar dosis vaksin Covid 19 ke 92 negara berpendapatan rendah dan menengah.

Dalam pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada disebutkan bahwa 89,6 persen dari total vaksin tersebut atau 1,65 miliar dosis dikirimkan ke 87 negara anggota AMC.

“Rata-rata cakupan vaksinasi negara AMC mencapai 52 persen, atau naik dari 28 persen pada Januari 2022,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulis mengenai pertemuan yang berlangsung secara daring pada Rabu 30 November 2022 itu.

Baca Juga: COVAX AMC Laporkan Ketidaksetaraan Distribusi Vaksin COVID-19

Pertemuan COVAX itu mencatat penurunan tingkat kematian akibat Covid 19 sejak Februari 2022 sebesar hampir 90 persen, tetapi menekankan perlunya antisipasi terhadap kemungkinan gelombang baru Covid 19 akibat kemunculan dua subvarian baru, yaitu BQ.1 dan XBB.

Seth Brekley selaku CEO Gavi menegaskan bahwa vaksinasi, termasuk suntikan penguat (booster), masih menjadi solusi terbaik untuk menghadapi virus Covid 19 yang terus ber-evolusi.

Dalam sambutannya, Menlu Retno menyampaikan kontribusi Presidensi G20 Indonesia terhadap penguatan arsitektur kesehatan global, salah satunya pembentukan Pandemic Fund yang akan mendukung pembiayaan kesiapsiagaan negara berpendapatan rendah dan menengah menghadapi pandemi di masa depan.

Baca Juga: Indonesia Terima Bantuan Vaksin Pfizer dari COVAX

​“Presidensi G20 Indonesia memberikan prioritas tinggi pada penguatan arsitektur kesehatan global,” kata dia.

Selain itu, G20 menyepakati pentingnya kerja sama penguatan kapasitas produksi kesehatan di negara berkembang.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X