4 Pesawat Pengebom China dan Rusia Terbang Bersama di Atas Perairan Dekat Jepang

- Kamis, 1 Desember 2022 | 09:32 WIB
Ilustrasi foto pesawat pengebom. (obrolanpanas)
Ilustrasi foto pesawat pengebom. (obrolanpanas)

SINAR HARAPAN - EMPAT pesawat pengebom milik China dan Rusia pada Rabu 30 November 2022 terbang bersama di atas perairan dekat Jepang, kata Kementerian Pertahanan Jepang.

Ini terjadi ketika Beijing dan Moskow terus mempererat kerja sama militer di wilayah Timur Jauh.

Jet tempur Pasukan Pertahanan Udara Jepang dikerahkan untuk merespons insiden itu.

Baca Juga: Kasus Covid 19 Melonjak, Protes Anti-lockdown Menyebar di China dengan Seruan Meminta Xi Jinping Mundur

Kemenhan Jepang mengatakan dua pesawat H-6 milik China dan dua pesawat Tu-95 milik Rusia melakukan "penerbangan bersama jarak jauh dari Laut Jepang ke Laut China Timur melalui Pasifik" pada Rabu sore.

Dua pesawat China, yang diyakini sebagai jet tempur J-16, dan dua pesawat tempur lain yang diduga juga milik China kemudian ikut bergabung.

Menganggap penerbangan tersebut sebagai ancaman militer, Kemenhan Jepang menyampaikan keprihatinannya kepada China dan Rusia melalui saluran diplomatik.

Baca Juga: Kasus Covid 19 Melonjak, Protes Anti-lockdown Menyebar di China dengan Seruan Meminta Xi Jinping Mundur

Sebelumnya pada hari yang sama, Kemenhan Jepang mengatakan dua pesawat pengebom milik China terbang melalui Selat Tsushima di Jepang barat daya dari Laut China Timur ke Laut Jepang pada pagi hari sebelum menuju ke utara dengan melintasi sebelah barat pulau Takeshima.

Hampir pada saat yang sama, dua pesawat yang diduga milik Rusia, yang terbang ke selatan di atas perairan sebelah utara Takeshima, berbalik arah dan menuju ke utara, menurut kementerian tersebut.

Namun, keempat pesawat itu tidak memasuki wilayah udara teritorial Jepang, kata Kemenhan Jepang.

Baca Juga: Kasus Covid Makin Kritis, China Tunda Perekrutan PNS Awal Desember ke Waktu yang Belum Bisa Ditentukan

Kemenhan Rusia mengatakan pesawat Rusia, termasuk pengebom strategis jarak jauh Tu-95MS yang dapat dipasangi senjata nuklir, telah melakukan "penerbangan patroli" dengan pesawat pembom H-6 China di atas Laut Jepang dan Laut China Timur.

Kemenhan China juga mengakui bahwa pesawatnya melakukan penerbangan dengan pesawat Rusia.

Menurut Kemenhan Jepang, China dan Rusia pada 24 Mei menerbangkan enam pesawat pengebom strategis di atas perairan dekat Jepang.

Baca Juga: Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat

Pesawat ini diyakini Menteri Pertahanan Jepang saat itu sebagai protes terhadap pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Quad yang diadakan pada hari yang sama di Tokyo.

KTT Quad melibatkan Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan India.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X