Nama Cacar Monyet Diubah WHO Menjadi Mpox Karena Alasan Ini

- Rabu, 30 November 2022 | 10:49 WIB
Nama cacar monyet diubah WHO menjadi Mpox karena alasan ini. (drn)
Nama cacar monyet diubah WHO menjadi Mpox karena alasan ini. (drn)

SINAR HARAPAN - ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin mengganti nama penyakit monkeypox (cacar monyet) menjadi "mpox" karena khawatir dengan rasisme dan stigmatisasi.

Nama baru itu akan digunakan "secara bersamaan selama satu tahun" dan nama lama secara bertahap akan dihapus, kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Masa transisi untuk adopsi nama baru itu bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran yang disampaikan oleh para ahli.

Baca Juga: Berikut Peta Update Penyebaran dan Suspek Cacar Monyet di Seluruh Dunia, Sudah Masuk Indonesia?

Khususnya tentang kebingungan yang disebabkan oleh perubahan nama di tengah wabah global yang sedang berlangsung, katanya.

"Ketika wabah cacar monyet meluas awal tahun ini, bahasa bernuansa rasis dan menstigmatisasi terpantau menyebar di dunia maya, di lingkungan lain dan di beberapa komunitas," kata organisasi yang berbasis di Jenewa itu.

Menurut WHO, penyakit cacar monyet dinamai pada 1970 ketika kasus infeksi pertama pada manusia terkonfirmasi.

Baca Juga: Virus Cacar Monyet Menyebar Lewat Udara, Bisakah Ditangkal dengan Masker? Ini Pedoman CDC AS

Virus penyebab penyakit itu pertama kali ditemukan pada monyet penangkaran di Denmark pada 1958.

Badan kesehatan PBB itu mengusulkan nama "mpox" mengikuti pedoman yang dirilis pada 2015.

Tujuannya untuk "meminimalkan efek negatif yang tidak perlu pada negara, ekonomi, dan masyarakat" saat menamai penyakit menular baru pada manusia.

Baca Juga: Cacar Monyet Sudah Menyebar ke 75 Negara, Direktur Jenderal WHO Nyatakan Situasi Darurat

Pedoman tersebut merekomendasikan untuk menghindari nama yang mengacu pada hewan, lokasi geografis dan kelompok etnis, seperti "flu babi" dan "Sindrom Pernafasan Timur Tengah".

Nama penyakit harus terdiri dari istilah deskriptif generik berdasarkan gejala yang ditimbulkannya, kata WHO.

Mpox mulai menyebar di luar Afrika tengah dan barat, yang menjadi tempat endemiknya, pada Mei.

Baca Juga: Kepala Penasihat Medis Gedung Putih AS: Vaksin Cacar Monyet Harus Diprioritaskan untuk Pria Homoseksual

Hingga Sabtu 26 November 2022, sebanyak 81.107 kasus mpox dan 55 kematian akibat penyakit itu di 110 negara dan wilayah telah dilaporkan ke WHO pada tahun ini.

Ini terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Meskipun masih belum pasti penyebab utamanya, hewan pengerat tampaknya menjadi pembawa alami virus tersebut, kata WHO.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X