Kasus Covid Makin Kritis, China Tunda Perekrutan PNS Awal Desember ke Waktu yang Belum Bisa Ditentukan

- Selasa, 29 November 2022 | 10:30 WIB
Arsip - Sejumlah petugas medis dikerahkan di kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, China, yang sedang di-lockdown, Senin (21/11/2022). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Arsip - Sejumlah petugas medis dikerahkan di kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, China, yang sedang di-lockdown, Senin (21/11/2022). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

SINAR HARAPAN - OTORITAS China menunda pelaksanaan tes perekrutan calon pegawai negeri sipil yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2022 hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Penundaan tersebut disebabkan oleh gelombang pandemi Covid 19 di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu yang semakin tidak terkendali dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini akhirnya menimbulkan gejolak sosial dan unjuk rasa di berbagai daerah.

Baca Juga: China Dikejutkan dengan Kematian Akibat Covid 19 Pertama Setelah Tujuh Bulan, Ini Sebabnya

Badan Pelayanan Sipil Nasional China (NCSA) dalam keterangan persnya, Senin 28 November 2022 menyebutkan lebih dari 2,5 juta orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti tes CPNS.

Lembaga tersebut membuka 37.100 lowongan di sejumlah departemen dan instansi lainnya di pemerintahan pusat untuk formasi PNS tahun 2023.

Namun langkah penundaan ini diambil mengingat situasi pandemi saat ini, demikian NCSA.

Baca Juga: Rekor! Kasus Baru Covid 19 China Capai 31.454 Orang, Tertinggi Sejak Awal Pandemi Covid 19

Lembaga pengujian bahasa Inggris di Beijing juga menunda ujian TOEFL yang dijadwalkan pada 10 Desember mendatang, seperti dilaporkan media setempat, Selasa.

Demikian pula ujian-ujian bahasa Mandarin berstandar internasional (HSK) yang dijadwalkan pada 4 Desember telah dibatalkan akibat situasi Covid 19 yang terus memburuk.

China Audio-Video and Digital Publishing menunda pelaksanaan Konferensi Tahunan Industri Game China di Guangzhou, Provinsi Guangdong.

Baca Juga: Beijing Makin Kritis, Positif Covid 19 Bertambah 2.000 Kasus dalam Dua Hari Berturut-turut

Masih di Provinsi Guangdong, Forum Pertemuan Tahunan Industri E-Sprort di Shenzhen turut dibatalkan pula.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencatat jumlah kasus positif COVID-19 baru yang ditemukan pada Minggu (27/11) sebanyak 40.052 kasus.

Provinsi Guangdong dan Kota Beijing menjadi penyumbang kasus positif terbanyak, masing-masing dengan 9.108 kasus dan 3.888 kasus.

Baca Juga: Kasus Covid 19 Melonjak, Protes Anti-lockdown Menyebar di China dengan Seruan Meminta Xi Jinping Mundur

Partai Komunis China (CPC) di bawah kepengurusan baru telah mengeluarkan paket kebijakan baru antipandemi Covid 19.

Kebijakan baru berisi 20 poin aturan tersebut menimbulkan gejolak sosial di berbagai kota di China, termasuk Beijing dan Shanghai.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X