• Rabu, 7 Desember 2022

Raja Setuju Angkat Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia

- Kamis, 24 November 2022 | 14:25 WIB

Anwar Ibrahim (herald.id)

SINAR HARAPAN--Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al Sultan Abdullah telah menyetujui pengangkatan Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10.

Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Datuk Seri Ahmad Fadil Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Kuala Lumpur, Kamis, mengatakan setelah menyempurnakan pandangan melalui pertemuan dengan raja-raja Melayu, Yang di-Pertuan Agong menyetujui untuk mengangkat Anwar Ibrahim selaku anggota Parlemen Tambun sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10.

"Hal itu sesuai dengan kewenangan Yang di-Pertuan Agong yang diatur dalam Pasal 40 (2) (a) dan Pasal (43) (a) Konsitusi Federal,"  kata Ahmad Fadil.

Yang di-Pertuan Agung Sultan Abdullah pada pukul 11.00 waktu setempat menghadiri dan memimpin musyawarah khusus dengan raja-raja Melayu di Istana Negara, dan menanyakan proses pengangkatan Perdana Menteri baru setelah Pemilihan Umum ke-15, 19 November 2022 lalu.

Proses selanjutnya adalah Upacara Pemberian Akta Pengangkatan dan Upacara Pengucapan Sumpah Jabatan dan Kesetiaan serta Sumpah Rahasia sebagai Perdana Menteri yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 hari ini di Istana Negara.

Tidak ada mayoritas

Dikabatrkan sebelumnya, hasil pemilu Malaysia menunjukkan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim unggul dengan memperoleh total 82 kursi di parlemen. Meski demikian jumlah itu belum cukup bagi Pakatan Harapan untuk membentuk pemerintahan serta mengantarkan Anwar sebagai perdana menteri.

Pasalnya setiap koalisi harus memperoleh setidaknya 112 kursi Majelis Rakyat dari total 222 yang diperebutkan. Oleh karena itu, partai-partai yang ada masih harus menjalin koalisi lagi dengan kekuatan lain untuk bisa menguasai parlemen.

Berdasarkan hasil penghitungan, Pakatan Harapan memperoleh 82 kursi, dengan perincian 76 kursi dimenangkan oleh partai gabungan Pakatan termasuk Partai Keadilan Rakyat yang dipimpin Anwar Ibrahim. Kemudian partai pendukung lainnya, DAP, memperoleh 5 kursi dan satu lagi Muda memperoleh 1 kursi.

Disusul berikutnya dengan koalisi Perikatan Nasional yang mengusung Ismail Sabri Yaakob yang memperoleh 73 kursi, Barisan Nasional 30 kursi, Gabungan Partai Sarawak (GPS) 22 kursi, OTH 7 kursi, dan GTA yang didirikan Mahathir Mohamad tak memperoleh satu kursi pun.

Dikutip dari The Star, berdasarkan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (EC) hingga Minggu pukul 04.25 waktu setempat, total 219 kursi parlemen tekah dihitung. Sementara pemilihan untuk dua kursi ditangguhkan. Meski demikian hal tersebut tak memengaruhi posisi masing-masing koalisi. Dua koalisi dengan suara terbanyak, Pakatan Harapan dan Perikatan Nasional, kini berupaya menggandeng partai lain untuk berkoalisi.


Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X