• Sabtu, 3 Desember 2022

Kebakaran Pabrik Garmen di Henan, 38 Orang Tewas

- Kamis, 24 November 2022 | 02:41 WIB
Ilustrasi - Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api. (ANTARA/Shutterstock/pri)
Ilustrasi - Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api. (ANTARA/Shutterstock/pri)

SINAR HARAPAN--Empat orang ditahan terkait kebakaran pabrik garmen di Provinsi Henan, China, yang menewaskan 38 orang dan melukai dua orang lainnya.

Mereka diduga bertanggung jawab atas kejadian itu dan telah dijebloskan ke sel tahanan oleh kepolisian Kota Anyang, Provinsi Henan, menurut laporan media lokal, Rabu.

Kebakaran pabrik pakaian rajutan itu terjadi pada Senin (21/4). Menurut tim pengolahan sampah di pabrik itu, kebakaran tersebut disebabkan oleh aktivitas las listrik secara ilegal.

Seorang saksi mata melihat asap hitam dari sebelah timur tempat usahanya yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Tidak lama kemudian tercium bau hangus, kata saksi mata yang memiliki toko di sekitar pabrik tersebut.

Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.00 waktu setempat (19.00 WIB).

Api baru padam secara total sekitar tiga jam kemudian setelah otoritas setempat mengerahkan 63 unit truk pemadam kebakaran dan 240 personel ke lokasi kejadian.

Hasil investigasi sementara yang dilakukan aparat setempat mengungkapkan bahwa api berasal dari pengelasan di gudang lantai satu pabrik itu.

Percikan api menyambar kain wol sehingga memicu kebakaran besar yang melalap pabrik dan isinya.

"Peristiwa ini telah memakan korban jiwa manusia yang sangat besar. Ini harus menjadi pelajaran berharga," kata Wali Kota Anyang Gao Yong.

Pabrik iPhone

Dikutip Bisnis.com, protes juga dilaporkan meletus di pabrik iPhone terbesar di dunia di Kota Zhengzhou China milik Foxconn, menurut rekaman yang beredar luas secara online.

Video menunjukkan ratusan pekerja berbaris dan berhadapan dengan orang-orang berjas hazmat dan polisi antihuru hara. Mereka yang menyiarkan langsung aksi protes mengatakan para pekerja dipukuli oleh polisi.

Video juga menunjukkan bentrokan. Melansir BBC, Rabu (23/11/2022), Foxconn mengatakan akan bekerja dengan staf dan pemerintah daerah untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan beberapa pekerja ragu tentang gaji tetapi perusahaan akan memenuhi gaji berdasarkan kontrak.

Itu juga digambarkan sebagai desas-desus yang "jelas tidak benar" bahwa rekrutan baru diminta untuk berbagi asrama dengan pekerja yang positif Covid-19. Asrama didesinfeksi dan diperiksa oleh pejabat setempat sebelum orang baru pindah, kata Foxconn.

 

 

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Bisnis.com, ANTARA, Berbagai sumber

Tags

Terkini

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat

Rabu, 30 November 2022 | 21:01 WIB
X