• Sabtu, 3 Desember 2022

DK PBB Gagal Sepakati Tanggapan Terhadap Uji Rudal Balistik Korea Utara

- Rabu, 23 November 2022 | 17:01 WIB
Arsip - DK PBB aggal sepakati tanggapan peluncuran rudal Korea Utara.
Arsip - DK PBB aggal sepakati tanggapan peluncuran rudal Korea Utara.

SINAR HARAPAN - DEWAN Keamanan PBB (DK PBB) pada Senin 21 November 2022 kembali gagal menyepakati tindakan bersama terhadap peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini.

Kegagalan itu terjadi karena sebagian besar anggota DK PBB masih berbeda sikap dengan China dan Rusia.

DK PBB mengadakan pertemuan mendesak untuk membahas peluncuran ICBM Pyongyang pekan lalu setelah negara-negara industri Kelompok Tujuh (G7) meminta dewan tersebut untuk mengambil "langkah-langkah signifikan".

Baca Juga: PBB Dukung Denuklirisasi Korea Utara, Sebut Itu Tujuan Penting dalam Mencapai Keamanan dan Stabilitas Kawasan

Namun, sidang dewan hari itu hanya menghasilkan adopsi pernyataan untuk mengecam tindakan Korut dan mendesak tanggapan bersama dari DK PBB untuk mencegah program senjata nuklir negara yang terisolasi itu.

Adopsi pernyataan untuk mengecam Korut itu dilakukan oleh sekelompok 14 negara anggota PBB pimpinan Amerika Serikat, yang banyak di antaranya adalah anggota tidak tetap DK PBB.

Ke-14 negara itu termasuk Jepang, Korea Selatan, dan India, yang "mendukung perlunya Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan DPRK dengan suara bersatu," kata pernyataan bersama itu.

Baca Juga: Panas, Parlemen Korea Utara Sahkan UU Senjata Nuklir Sebagai Lini Pertahanan Pertama Jika Pyongyang Diserang

DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korut: Republik Rakyat Demokratik Korea.

Sidang terbaru DK PBB itu menandai pertemuan ke-10 pada tahun ini yang diadakan setelah Korut melakukan peluncuran rudal balistik yang bertentangan dengan resolusi DK PBB sebelumnya.

Namun, DK PBB sepanjang tahun ini belum bertindak sebagai satu kesatuan untuk mengambil langkah-langkah bersama, seperti meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Pyongyang.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Rudal dan Nuklir Korea Utara, Jepang dan Malaysia Bakal Bekerja Sama

"Alasannya sederhana: dua anggota dewan yang memiliki hak veto mendorong dan mendukung DPRK," kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, yang secara tidak langsung mengkritik China dan Rusia, dalam sidang tersebut.

AS bersama Inggris dan Prancis, tiga anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, mendukung pernyataan dewan tersebut pada Senin.

Sejak uji coba nuklir pertama Korut dilakukan pada 2006, DK PBB telah mengadopsi resolusi yang melarang negara tersebut melakukan peluncuran rudal balistik.

Baca Juga: Korea Utara dan Korea Selatan Memanas Gegara Latihan Militer: AS, China, dan Rusia Saling Tuding

Utusan China untuk PBB Zhang Jun dalam sidang DK PBB pada Senin meminta AS untuk "menanggapi secara positif keprihatinan yang sah dari Korut dan mengubah dialog dari formalitas menjadi kenyataan secepat mungkin".

Sementara itu, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva mengatakan bahwa latihan militer bersama yang melibatkan AS, Korsel, dan Jepang mendorong Korut untuk mengulangi peluncuran rudal balistik.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat

Rabu, 30 November 2022 | 21:01 WIB
X