Tri Hita Karana Forum 2022: Mobilisasi Pembiayaan Campuran USD30 Miliar untuk Bisnis dan Dunia yang Lebih Baik

- Minggu, 13 November 2022 | 17:34 WIB
Tantowi Yahya Executive Lead of THK Forum 2022, Luhut B. Pandjaitan Menko Maritim dan Investasi RI, dan Mari Elka Pangestu Direktur Pelaksana Pengembangan Kebijakan dan Kerja Sama Bank Dunia dalam Tri Hita Karana Blended Finance yang berada di bawah presidensi KTT G20 Nusa Dua, Minggu (13/11/2022). (Rilis pers)
Tantowi Yahya Executive Lead of THK Forum 2022, Luhut B. Pandjaitan Menko Maritim dan Investasi RI, dan Mari Elka Pangestu Direktur Pelaksana Pengembangan Kebijakan dan Kerja Sama Bank Dunia dalam Tri Hita Karana Blended Finance yang berada di bawah presidensi KTT G20 Nusa Dua, Minggu (13/11/2022). (Rilis pers)

SINAR HARAPAN - HARI ini, forum tahun ke-3 Tri Hita Karana (THK) untuk pembangunan berkelanjutan yang bertema “Future Knowledge and Blended Finance for Better Business and Better World”. Konferensi selama dua hari ini diselenggarakan di bawah naungan Presidensi Indonesia untuk KTT G20 yang dihadiri oleh pemimpin dari bisnis, keuangan, pemerintah, filantropis, dan akademisi.

Tantowi Yahya, Executive Lead of THK Forum 2022 dan Duta Besar Keliling untuk Kawasan Pasifik mengatakan, “THK Forum akan berperan sebagai platform untuk menggalang dukungan dan merayakan komitmen, pengumuman, dan capaian untuk mendorong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Forum ini berorientasi pada hasil, tapi tetap membuka ruang interaksi dan diskusi dari perserta agar bisa mencari solusi untuk mendatangkan investasi dan inovasi berkualitas.”

Membuka THK Forum 2022, Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia menyatakan, “Komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim sangat kuat. Namun, kita menghadapi tantangan untuk mempercepat pencapaian TPB.  Untuk itu, pembiayaan campuran sangat penting untuk membiayai begitu banyak proyek iklim. Pemerintah Indonesia saat ini sedang memfinalisasi Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan, termasuk kolaborasi untuk penghentian pembangkit tenaga batu bara lebih cepat dari rencana, menuju pada energi terbarukan.”

Baca Juga: Tri Hita Karana: Akselerasi Kolaborasi Indonesia dan AS Tangani Masalah Iklim

THK Forum mengumumkan penggalangan dana lebih dari USD 30 miliar yang terdiri atas komitmen, beberapa proyek dan insiatif untuk pencapaian TPB. Inisiatif tersebut akan memprioritaskan hal-hal berikut:

  1. Percepatan investasi untuk transisi energi berkeadilan di Indonesia.
  2. Meningkatkan pendanaan untuk pengelolaan sampah dan infrastruktur berkelanjutan.
  3. Memobilisasi dana untuk solusi berbasis lingkungan, terutama laut, hutan, dan sistem pangan regeneratif.

Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia saat membuka THK Forum 2022. (Pers rilis)

Salah satu pengumuman utama adalah perjanjian inovatif antara PLN dan Amazon untuk menyediakan 210 megawatt (MW) energi terbarukan bagi empat proyek panel surya di seluruh Indonesia. Ini pertama kalinya pihak swasta akan mampu mengakses utilitas proyek panel surya baru di Indonesia. Keempat proyek tersebut akan berlokasi di Jawa dan Bali, untuk mendukung sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Komitmen Amazon untuk menjadi pembeli merupakan kunci penggerak bagi proyek ini. Selain itu, PLN berencana memperkenalkan lebih banyak peluang tarif hijau bagi perusahaan lainnya yang tertarik. Dengan demikian, pilihan pengadaan energi terbarukan bagi pihak swasta akan lebih terbuka di Indonesia.

Michael Punke, Global Vice President for Public Policy, Amazon Web Services (AWS) menambahkan, “Kita semua tahu bahwa tantangan iklim tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri, baik oleh pemerintah, swasta maupun LSM. Kita semua perlu berkolaborasi, berbagi ambisi, dan membangun perhatian bersama. Inilah pentingnya organisasi seperti THK Forum untuk hadir dan menyatukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik guna mendorong kolaborasi.”

Darmawan Prasodjo, Presiden Direktur PT. PLN menyatakan “Alasan kita perlu mengakselerasi transisi energi adalah karena kita perlu hidup di dunia dimana energi murah itu bersih, dan energi bersih itu murah.”

Baca Juga: 14.351 Prajurit TNI, 55 Kendaraan Lapis Baja, 12 KRI, Pesawat Tempur F16 Siaga untuk Amankan KTT G20 Bali

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Rilis pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X