Pejabat Administrator Kereta Api Taiwan Dipenjara 9 Tahun egara Kecelakaan Kereta Api Tewaskan 49 Orang

- Minggu, 13 November 2022 | 16:41 WIB
Pejabat administrator kereta api Taiwan dipenjara 9 tahun gegara kecelakaan kereta api tewaskan  49 orang. (Pixabay)
Pejabat administrator kereta api Taiwan dipenjara 9 tahun gegara kecelakaan kereta api tewaskan 49 orang. (Pixabay)

SINAR HARAPAN - SEORANG pejabat Administrator Kereta Api Taiwan (TRA) diganjar hukuman penjara selama hampir sembilan tahun atas kelalaiannya yang menyebabkan kecelakaan kereta api hingga menewaskan 49 orang penumpang.

Pengadilan Distrik Hualien, Jumat 11 November 2022, menjatuhkan vonis penjara selama delapan tahun dan 10 bulan kepada pejabat TRA Pan Tangyi yang bertanggung jawab sebagai supervisor proyek di sekitar lokasi kecelakaan KA Taroko Express jurusan Taipei-Taitung.

Manager lapangan Lee Yi Hsiang dihukum tujuh tahun dan 10 bulan penjara akibat kelalaiannya dalam peristiwa maut tersebut, demikian putusan pengadilan dikutip Kantor Berita Taiwan CNA, Sabtu 12 November 2022.

Baca Juga: Belanda Kembali Buka Program Adopsi Anak dari Filipina, Taiwan, Thailand, hingga Afrika Selatan

Pengadilan mengungkapkan bahwa kecelakaan yang terjadi pada 2 April 2022 tersebut akibat truk katrol terjatuh dari tebing jurang hingga menutup jalur kereta api di depan terowongan di Kabupaten Hualien.

Pan dituduh lalai karena tidak meminta kontraktor proyek melakukan tindakan penyelamatan di lokasi, sedangkan Lee tidak berusaha memberi tahu kepada pihak TRA sebelum kecelakaan maut terjadi.

Lee berusaha menarik truk katrol yang tersangkut di semak-semak perbukitan dengan menggunakan tali tambang.

Baca Juga: China Gerah Menteri Perdagangan Inggris Kunjungi Taiwan, Minta London Hormati Kebijakan 'Satu China'

Namun tali tersebut terputus hingga truk terjatuh dan terjun dari lereng bukit ke jalur kereta api di bawahnya.

Masinis kereta nahas tersebut sama sekali tidak melihat ada truk saat kereta keluar dari terowongan sehingga kecelakaan maut tidak bisa dihindarkan.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak putusan pengadilan tersebut karena dianggap terlalu ringan dibandingkan dengan jumlah korban tewas yang mencapai 49 orang.

Baca Juga: 63 Pesawat Militer China dan Empat Kapal Angkatan Laut China Terdeteksi di Sekitar Taiwan

Menteri Transportasi Taiwan Wang Kwo Tsai menghormati putusan pengadilan dan menegaskan, peningkatan keselamatan harus menjadi priorita utama TRA.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X