Korban Jembatan Runtuh di Gujarat Bertambah, Sudah Mencapai 120 Orang Tewas

- Senin, 31 Oktober 2022 | 12:25 WIB

Jembatan gantung di negara bagian Gujarat, India, ambruk pada Minggu (30/10/2022). Foto: Bisnis.com/Indiatimes

SINAR HARAPAN--Sebuah jembatan penyeberangan di wilayah Gujarat, India, dilaporkan ambruk dan menewaskan 120 orang yang ikut terjatuh.

Kepala kepolisian kota Morbi P. Dekavidya mengatakan pihaknya telah menemukan 120 jenazah sejauh ini dan pencarian masih terus berlanjut. "Jumlah korban kemungkinan akan meningkat karena operasi pencarian berlanjut," kata Dekavadiya

Perdana Menteri Narendra Modi, yang sedang berada di negara bagian Gujarat untuk kunjungan selama tiga hari, mengatakan telah mengarahkan kepala menteri negara bagian untuk segera memobilisasi tim guna melakukan operasi penyelamatan.

Sebanyak 50 personel angkatan laut dan 30 angkatan udara dipanggil untuk membantu evakuasi dengan tim penanggulangan bencana nasional guna melacak orang hilang.

Dikuti Bisnis.com dari AFP, jembatan tersebut runtuh karena tak mampu menampung kapasitas wisatawan yang menaikkinya pada Minggu (30/10/2022).

Baca Juga: Sedikitnya 81 Orang Tewas Akibat Jembatan Runtuh di Gujarat India, Korban Tenggelam dan Hanyut

Runtuhnya jembatan tersebut membuat wisatawan yang sedang liburan terjatuh ke sungai yang berada di bawahnya.

Terlihat dari sebuah tayangan yang menunjukkan banyaknya orang yang berpegangan tali di jembatan yang runtuh, di atas Sungai Macchhu di kota Morbi, dan tim darurat berupaya menyelamatkan.

Korban yang jatuh mencoba menuju ke tepi sungai, sedangkan yang lain mencoba berenang ke tempat yang aman. Ironisnya, terdapat anak-anak yang juga menjadi korban.

Baca Juga: WNI Korban Tewas Jembatan Ambruk di Taiwan Jadi 3 Orang

Salah seorang korban, Prateek Vasava mengaku berenang ke tepi sungai setelah jatuh dari jembatan dan menyaksikan beberapa anak jatuh ke sungai.

"Saya ingin menarik beberapa dari mereka bersama saya, tetapi mereka telah tenggelam atau hanyut, jembatan itu runtuh hanya dalam beberapa detik," kata Vasava seperti dilansir dari Channel News Asia.

Pihak berwenang mengungkap bahwa lebih dari 400 orang sedang berada di dalam jembatan gantung era kolonial itu pada saat ambruk. 

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Pahit Etnis Armenia di Nagorno-Karabakh

Jumat, 29 September 2023 | 07:15 WIB
X