Tak Sanggup Lagi Lockdown, Protes Pecah di Tibet Libatkan Puluhan Orang Turun ke Jalanan

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 14:33 WIB
Foto ilustrasi - Tak sanggup lagi lockdown, Puluhan Warga Lhasa Tibet Gelar Protes dan Turun ke Jalan
Foto ilustrasi - Tak sanggup lagi lockdown, Puluhan Warga Lhasa Tibet Gelar Protes dan Turun ke Jalan

SINAR HARAPAN - PROTES berskala besar, yang jarang terjadi di Tibet, dimulai pada Rabu 26 Oktober 2022 untuk menentang langkah penguncian selama dua bulan yang diterapkan China untuk mengekang penyebaran COVID.

Penguncian di Tibet itu dilakukan di bawah kebijakan ketat 'nol Covid' China untuk membendung infeksi virus Corona, kata media Amerika Serikat Radio Free Asia (RFA).

Puluhan orang yang marah di Lhasa, ibu kota wilayah otonom Tibet, turun ke jalan.

Baca Juga: Fumio Kishida dan Anthony Albanese Bertemu di Perth, Bahas Kerja Sama Keamanan di Tengah Naiknya Ambisi China

Jalanan dijaga oleh para petugas berpakaian pelindung putih yang berdiri di dekat tempat aksi protes, kata laporan media AS itu.

Dalam dua video yang direkam malam hari tampak kerumunan orang dan mobil-mobil memblokir sebuah jalan besar.

Kerumunan itu tampak maju ke depan sambil meninggikan suara mereka.

Baca Juga: Xi Jinping Mengonsolidasikan Elite Militer, Akan Wujudkan Misi Militer China Jadi Kekuatan Kelas Dunia

Penguncian di kota Lhasa dimulai pada awal Agustus ketika jumlah kasus COVID di sana dan di seluruh China terus meningkat, menurut laporan RFA.

Namun, sejauh ini masih belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam aksi protes itu.

Para pengunjuk rasa diyakini termasuk para pekerja migran dari daerah-daerah lain di Tibet.

Baca Juga: China Meminta Jepang Tak Ganggu Kegiatan Penelitian-penelitian Ilmiah di Wilayah Taiwan

China telah memperkuat pemerintahannya di Tibet dan mewaspadai gerakan kemerdekaan. Wilayah itu sering menjadi lokasi kerusuhan.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X