Masih Ribuan WNI Bekerja di Onilne Scam di Kamboja, Mereka Merasa Tertipu dan Dieksploitasi

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 09:04 WIB

Menko PMK Muhajir Effendi berbicara di depan sejumlah perwakilan Pekerja Migran Indonesia di KBRI Phnom Penh (Foto: Kemenko PMK)

SINAR HARAPAN--Setelah pembebasan WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja beberapa waktu lalu, saat ini ternyata masih ribuan pekerja asal Indonesia yang bermasalah. Nasib mereka tak jauh berbeda, banyak yang tertipu bekerja di kasino, perjudian dan online scam'

Data dari KBRI Phnom Penh, per Agustus 2022, terdapat sekitar 8.000 WNI yang resmi tercatat di Kamboja. Mereka umumnya bekerja di sektor hiburan. Sektor ini merupakan bisnis legal di wilayah Kamboja. Namun demikian, pada dua tahun terakhir, banyak bermunculan kasus di mana para PMI dipekerjakan di perusahaan-perusahaan ilegal yang bergerak dalam bidang scam (penipuan daring)

Beberapa bulan lalu Kepolisian Kamboja bersama KBRI Phnom Penh  berhasil menyelamatkan puluhan WNI dari penyekapan Perusahaan Online Scammer di Sihanoukville, Kamboja.

Saat kasus-kasus serupa terjadi lagi. Menteri Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, telh berkunjung ke Kamboja  dan menermui sejumlah pekerja asal Indonesia.

"Sejak April 2021 hingga Agustus 2022, KBRI Phnom Penh telah menangani aduan dan memproses pembebasan serta pemulangan 453 Pekerja Migran Indonesian Bermasalah (PMIB). Mereka mengaku telah menjadi korban penipuan lowongan kerja di Kamboja," ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Sudirman Haseng dalam keterangannya, Jumat.

Banyak PMIB yang mnelaporkan tindakan eksploitasi, paspor mereka ditahan, dikurung, dan dibatasi interaksi dengan dunia luar. Mereka juga dituntut untuk memenuhi target perusahaan dan bila tidak bisa memenuhi akan diberikan denda besar. Selain itu, gaji mereka juga tidak dibayarkan sesuai kesepakatan. Lebih parahnya, perusahaan memperjualbelikan mereka pada perusahaan sejenis.

"Dan dipekerjakan serta dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan milik warga Tiongkok yang beroperasi di Kamboja," kata Haseng. 

Diketahui, sebanyak 172 PMIB tengah menjalani proses repatriasi oleh Kedutaaan Besar RI Phnom Penh dan Direktorat Pelindungan WNI. Dari jumlah tersebut, mayoritas rentang usia PMIB berkisar 20 – 35 tahun.

Jadi pelajaran

-

Ilustrasi pekerja migran yang menunggu kepulangan ke Indonesia (dok)

Menko PMK Muhadjir dalam keterangan tertulis berharap, pengalaman buruk ini menjadi pelajaran berharga untuk berhati-hati dalam mencari pekerjaan di luar negeri. Dia meminta agar masyarakat Indonesia menggunakan sumber-sumber resmi terpercaya dalam mencari pekerjaan di negara orang.

"Kiranya pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, terutama tentang pentingnya untuk berhati-hati dalam mencari pekerjaan di luar negeri," ucap Muhadjir.  

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X