Waspada, Eropa Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid 19, Tunda Dulu Wisata dan Kunjungan ke Benua Biru

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:45 WIB
Orang-orang yang memakai masker berjalan di Trocadero Place dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis, pada 3 September 2020. (Gao Jing/Xinhuanet.com/Indotren)
Orang-orang yang memakai masker berjalan di Trocadero Place dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis, pada 3 September 2020. (Gao Jing/Xinhuanet.com/Indotren)

SINAR HARAPAN - OTORITAS kesehatan di Eropa mengatakan pihaknya melihat indikator yang menunjukkan ada gelombang baru infeksi COVID 19 di benua tersebut.

"Meski tidak seperti satu tahun yang lalu, jelas bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir," menurut sebuah pernyataan bersama.

Pernyataan itu mewakili sikap komisaris Eropa untuk kesehatan dan keamanan pangan Stella Kyriakides, direktur regional WHO untuk Eropa Dr. Hans Henri Kluge, dan direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa Dr. Andrea Ammon.

Baca Juga: Benarkah Diffuser Antiseptik Membantu Mencegah Covid 19? Ini Faktanya

"Sayangnya kami melihat lagi indikator kenaikan di Eropa, yang menunjukkan bahwa gelombang baru infeksi telah dimulai," kata para pejabat itu.

Mereka juga mengarahkan perhatian pada kemungkinan kemunculan kembali influenza menjelang musim gugur dan musim dingin.

Pernyataan itu menggarisbawahi kenyataan bahwa jutaan orang di seluruh Eropa masih belum disuntik vaksin COVID 19.

Baca Juga: BPOM Pastikan Seluruh Vaksin Covid 19 Produksi dalam Negeri Halal

"Negara-negara Eropa harus melakukan segala upaya untuk menjangkau orang-orang yang belum divaksin, memastikan bahwa mereka mendapat dosis vaksin COVID-19 seraya menjalankan program booster bagi kelompok prioritas, sesuai dengan rekomendasi nasional," kata mereka.

Pernyataan itu memuat peringatan bahwa infeksi influenza serius kemungkinan juga berdampak pada masyarakat selama musim gugur dan musim dingin.

"Penting agar kelompok-kelompok prioritas berikut mendapatkan vaksin influenza dan COVID-19: tenaga layanan kesehatan, kaum lansia di atas 60 tahun, ibu hamil dan orang-orang dengan penyakit bawaan dan/atau penyakit kronis," bunyi pernyataan itu.

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X