Rusia Sebut Ledakan di Jembatan Krimea Sebagai Serangan Teroris yang Ingin Hancurkan Infrastruktur Sipil

- Senin, 10 Oktober 2022 | 10:31 WIB
Ledakan di jembatan Krimea, Rusia tuding Ukraina pelakunya. (vk.com)
Ledakan di jembatan Krimea, Rusia tuding Ukraina pelakunya. (vk.com)

SINAR HARAPAN - PIHAK berwenang Rusia tidak ragu bahwa ledakan di Jembatan Krimea adalah serangan teroris yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia.

Hal ini disampaikan Presiden Vladimir Putin pada hari Minggu. Dia menambahkan bahwa layanan khusus Ukraina berada di balik serangan itu.

“Ini seperti yang Anda katakan, tidak ada keraguan [tentang itu]. Ini adalah tindakan teroris yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Federasi Rusia," kata Putin pada pertemuan dengan kepala Komite Investigasi Federasi Rusia Alexander Bastrykin.

Baca Juga: Kepala Administrasi Militer Kherson Minta Putin Menerima Wilayahnya Masuk ke Rusia

"Itu diperintahkan, ditulis dan dilakukan oleh dinas khusus Ukraina," kata Putin lagi.

Kepala Komite Investigasi mengkonfirmasi hal ini, menambahkan bahwa ada warga Rusia dan negara asing membantu layanan khusus Ukraina dalam persiapan serangan.

Pada Sabtu pagi, sebuah truk meledak di Jembatan Krimea, merobohkan dua bagian jalan yang menuju ke timur.

Baca Juga: Referendum Keempat Wilayah Selesai, Putin Akan Resmikan Donetsk, Lugansk, Zaporozhye, dan Kherson Masuk Rusia

Kemudian membakar sekeranjang tangki bahan bakar di bagian rel yang berdekatan dan terpisah dari jembatan.

Akibat ledakan tersebut, tiga orang tewas. Sebuah komisi pemerintah yang diketuai oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin dibentuk setelah insiden itu.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X