• Sabtu, 3 Desember 2022

ABK Indonesia yang Tak Digaji dalam Kapal di Kaohsiung Akhirnya Digantikan Sembilan Pelaut Myanmar

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:35 WIB
ABK Indonesia yang tak digaji dalam kapal di Kaohsiung akhirnya digantikan sembilan pelaut Myanmar. (ANTARA FOTO/Fahmi Fahmal Sukardi/Adm/tom)
ABK Indonesia yang tak digaji dalam kapal di Kaohsiung akhirnya digantikan sembilan pelaut Myanmar. (ANTARA FOTO/Fahmi Fahmal Sukardi/Adm/tom)

SINAR HARAPAN - OTORITAS kelautan Taiwan memberikan persetujuan masuk kepada sembilan pelaut Myanmar.

Ini dilakukan untuk menggantikan delapan anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Indonesia yang telantar selama lebih dari tujuh bulan di Pelabuhan Kaohsiung.

Saat ini, permohonan visa mereka sedang diproses di kantor perwakilan Taiwan di Myanmar.

Baca Juga: Junta Myanmar ke Warga: Dukung Kami atau Rumah Kalian Hancur

Hal tersebut dikatakan otoritas yang berada di bawah Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Taiwan, Selasa 4 Oktober 2-22

Para pelaut Myanmar tersebut bakal menggantikan para pelaut Indonesia di atas kapal Jian Ye.

Kapal ditarik ke Pelabuhan Kaohsiung Februari 2022, sebagaimana dilaporkan kantor berita Taiwan, CNA.

Baca Juga: Junta Myanmar Jatuhkan Dakwaan Baru pada Aung Suu Kyi

Kapal kargo yang terdaftar di Togo tersebut ditarik ke Kota Kaohsiung untuk menghindari bencana dan kemungkinan polusi di laut lepas wilayah perairan dekat Taiwan.

Namun, otoritas Taiwan tidak bisa memastikan waktu kedatangan para pelaut Myanmar maupun lamanya masa karantina.

Otoritas setempat hanya menyetujui rencana kedatangan dan serah terima awak kapal akan selesai dalam satu hari.

Baca Juga: Myanmar Catat Nol Kematian Akibat Covid-19 Tujuh Hari Beruntun

Perkembangan kasus itu mengalami kemajuan setelah para ABK Indonesia mengirimkan surat pernyataan kepada CNA pada September bahwa mereka tidak mendapatkan gaji bulanan.

Para ABK juga menyebutkan tidak bisa meninggalkan kapal, yang panjangnya 74,07 meter dan berat 1.395 ton.

Sejak kapal tersebut ditarik ke pelabuhan di wilayah selatan Pulau Taiwan itu pada 23 Februari.

Baca Juga: DK PBB Nyatakan Dukung ‘Kehendak Rakyat‘ Myanmar

MOTC memerintahkan mereka untuk tetap bertahan di atas kapal hingga ABK baru datang menggantikannya tulis para pelaut Indonesia dalam suratnya kepada kantor berita Taiwan itu.

Para ABK Indonesia minta diizinkan pulang ke Indonesia agar bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dan mencari pekerjaan baru untuk menafkahi keluarga mereka.

Ansensius Guntur dari Stella Maris, yang memberikan pendampingan kepada para ABK tersebut.

Baca Juga: Blinken: Situasi di Myanmar ‘Sangat Meresahkan‘

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat

Rabu, 30 November 2022 | 21:01 WIB
X