• Rabu, 30 November 2022

Pemerintah Jepang Sederhanakan Sistem Karantina Covid 19, Prosedur Bisa Diselesaikan dengan Hp

- Jumat, 2 September 2022 | 17:54 WIB
Pemerintah Jepang sederhanakan sistem karantina Covid 19, prosedur bisa siselesaikan dengan hp atau gadget. (Bonsernews.com/voaindonesia.com/REUTERS/Issei Kato)
Pemerintah Jepang sederhanakan sistem karantina Covid 19, prosedur bisa siselesaikan dengan hp atau gadget. (Bonsernews.com/voaindonesia.com/REUTERS/Issei Kato)

SINAR HARAPAN - PEMERINTAH Jepang akan mengubah sistem karantina COVID-19 di bandara agar pengunjung dari luar negeri bisa menyelesaikan prosedur yang diperlukan hanya dengan ponsel pintar atau perangkat lain.

Sistem layanan tersebut akan diterapkan pada pertengahan September, kata pemerintah Jepang pada Kamis, 1 September 2022.

Pemerintah berharap untuk mempersiapkan peningkatan pengunjung ke Jepang dengan menyederhanakan prosedur karantina bandara, kata para pejabat.

Jepang "akan melonggarkan (langkah-langkah pengendalian perbatasan) lebih lanjut untuk mewujudkan kelancaran di pintu masuk yang setara dengan negara-negara Kelompok Tujuh lainnya," kata Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno.

Baca Juga: Ada Barong, Ondel-ondel, Tari Bali, Dubes RI Ikut Parade Budaya Indonesia di Festival Pelabuhan di Jepang

Saat ini, orang-orang yang datang dari luar negeri dapat mendaftarkan informasi tentang sertifikat vaksinasi COVID-19 dan lainnya di situs atau aplikasi MySOS terlebih dahulu, sehingga tidak perlu menyerahkan dokumen kertas di karantina bandara.

Tetapi dokumen yang terkait dengan informasi paspor adalah pengecualian. Surat-surat harus diperiksa di bandara saat masuk ke Jepang.

Perubahan sistem akan memungkinkan penumpang untuk mendaftarkan semua informasi yang diperlukan untuk prosedur karantina bandara terlebih dahulu.

Mereka yang telah mendaftarkan informasi hanya perlu menunjukkan kode respons cepat (QR code) di bandara.

Baca Juga: Kaspersky Laporkan Email Spam Paling Banyak Beredar di Asia Pasifik, Termasuk Indonesia, Malaysia, dan Jepang

Jepang juga akan melonggarkan langkah-langkah pengendalian COVID-19 di perbatasan dan mengizinkan kedatangan dengan syarat sertifikat tiga kali vaksin dan menunjukkan hasil negatif tes COVID-19.

Selain itu, Jepang akan menaikkan batas jumlah harian orang yang diizinkan masuk ke negara itu menjadi 50.000 pengunjung dari 20.000 pengunjung saat ini.

Jepang juga akan mengizinkan masuknya pelancong luar negeri dalam paket wisata tanpa pemandu.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara Aceh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X