• Rabu, 5 Oktober 2022

Alhamdulillah, Larangan Mencium Hajar Aswad Dicabut Mulai Hari Ini Karena Alasan Berikut

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:35 WIB
Alhamdulillah, Larangan Mencium Hajar Aswad Dicabut Mulai Hari Ini Karena Alasan Berikut Ini
Alhamdulillah, Larangan Mencium Hajar Aswad Dicabut Mulai Hari Ini Karena Alasan Berikut Ini

SINAR HARAPAN - UMAT Islam yang beribadah di Masjidilharam, Mekah, Arab Saudi, bisa kembali mencium Hajar Aswad setelah pembatas Kabah diangkat pada Selasa, 4 Agustus waktu setempat.

Pagar penghalang Kabah dipasang sejak 1 Juli 2020 untuk mencegah penyebaran Covid 19, sehingga jamaah tidak bisa mencium Hajar Aswad, batu hitam yang diyakini umat Muslim berasal dari surga.

Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Abdur-Rahman As-Sudais mengatakan pagar penghalang Kabah diangkat karena pandemi mereda.

Ini menurut keterangan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Arab Saudi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Setelah Penantian Dua Tahun Pandemi, Jemaah Ungkapkan Perasaan Haru Bisa Menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci

“Penciuman Hajar Aswad juga diizinkan dalam suasana yang aman, spiritual dan sehat. Ini di bawah bimbingan dan tindak lanjut dari Suci Sheikh Abdur-Rahman As-Sudais,” menurut keterangan itu.

Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci juga merumuskan rencana lanjutan untuk menyelenggarakan haji dan umrah, serta shalat di Hijr Ismail.

Presidensi bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memberikan layanan terbaik di dua Masjid Suci agar jamaah dapat melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman.

Hijr Ismail atau dikenal juga sebagai Al Hatim merupakan bangunan terbuka berbentuk bulat sabit (setengah lingkaran) yang ada di dekat Kabah.

Baca Juga: Kuota Haji Indonesia Terbesar untuk Jemaah Luar Saudi, Pemerintah RI Minta Angka Ditambah Tahun Mendatang

Hijr Ismail adalah lokasi Nabi Ibrahim membangun tempat penampungan untuk putranya Nabi Ismail dan istrinya Siti Hajar.

Area sekitar tiga meter yang berdekatan dengan dinding di sisi Al Hatim sebenarnya merupakan bagian dari Kabah sedangkan sisanya berada di luar tempat suci umat Islam.

Hukum shalat di dalam Hijr Ismail adalah sunah (tidak wajib, tetapi dianjurkan karena berpahala).

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan bahwa akan ada opsi pada aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna untuk membuat janji melakukan ritual mencium Hajar Aswad.

Baca Juga: Israel Harapkan Warga Minoritas Muslim di Negaranya Bisa Lakukan Penerbangan Haji Langsung ke Arab Saudi

Juga menyentuh Pojok Yaman (Al Rukn Al Yamaani), dan melakukan shalat di Hijr Ismail.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengklarifikasi bahwa tidak ada layanan yang ditambahkan pada aplikasi Eatmarna untuk membuat janji bagi ritual tersebut.***

Editor: Rosi Maria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X