• Senin, 8 Agustus 2022

Setelah 62 WNI Dibebaskan, Migrant Care Kini Tangani 135 Pekerja Ilegal di Kamboja

Banjar Chaeruddin
- Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:28 WIB
WNI korban penyekapan di Sihanoukville, Kamboja (Foto: rri.co.id/KBRI Kamboja)
WNI korban penyekapan di Sihanoukville, Kamboja (Foto: rri.co.id/KBRI Kamboja)

SINAR HARAPAN--Ternyata jumlah WNI yang berstatus pekerja ilegal di Kamboja mencapai ratusan orang, selain 62 WNI yang sudah dibebaskan oleh Kementrian Luar Negeri RI bersama  Kepolisian negara itu.

Kondisi mereka juga tidak lebih baik dibandingkan 62 orang yang disekap di Sihanoukville. Ke-62 orang tersebut disekap perusahaan namun sudah diubebaskan.

Migrant Care kini mengaku sedang menangani sebanyak 135 pekerja migran ilegal asal Indonesia yang berada di Kamboja.

"Kami menerima lagi 135 diluar 62 yang berada di mess perusahaan. Mereka mengalami situasi yang buruk juga seperti kasus yang lainnya," kata Kepala Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah, seperti dikutip rri.co.id.

Menurut Anis, ke-135 PMI ilegal itu diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). "Dugaan kuat mereka korban TPPO, meskipun mereka harus diproses hukum," ujarnya.

Menurut Anis, perekrutan PMI ilegal di Kamboja ini melalui media sosial seperti Facebook untuk direkrut. "Pola-pola perekrutan dengan informasi yang sangat meyakinkan," ucapnya.

Ia menyayangkan tidak adanya penjelasan pemerintah untuk mengantisipasi masalah ini. Sehingga masyarakat tidak mempunyai rujukan komprehensif untuk memverifikasi informasi tersebut.

"Apalagi dalam kondisi keterjepita ekonomi karena pandemi itu luar biasa orang membutuhkan pekerjaan," ujar Anis.

"Di satu sisi, mereka terjebak dan di sisi lain, ada kontribusi negara yang masih minim memberikan edukasi-edukasi menjelaskan modus trafficking yang menggunakan media online," tambah dia.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: RRI.co.id

Tags

Terkini

Lima Rudal China Jatuh di Wilayah ZEE Jepang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 06:41 WIB
X