• Senin, 28 November 2022

Kim Jong Un Ancam Presiden Korea Selatan, Mengecap Militer Korsel Sebagai 'Gangster'

- Kamis, 28 Juli 2022 | 11:34 WIB
Kim Jong Un semprot pejabatnya soal Covid-19 di Korea Utara (YouTube: CBS News)
Kim Jong Un semprot pejabatnya soal Covid-19 di Korea Utara (YouTube: CBS News)

SINAR HARAPAN - PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un mengancam Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan militernya akan menghadapi penghancuran.

Langkah Kim Jong Un mengancam Presiden Korea Selatan ini disampaikan Kin Jong Un jika Yoon Suk Yeol melakukan 'upaya berbahaya' seperti serangan pendahuluan terhadap Pyongyang.

Dalam pidato yang disampaikan untuk memperingati gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea, Kim menyebut nama Presiden Korsel sebanyak tiga kali.

Baca Juga: Tak Ada Data, WHO Ragukan Klaim Keberhasilan Penanganan Wabah Korea Utara

Dalam pidato itu, ia mengecap militer Korea Selatan sebagai gangster, merujuk pada strategi yang dinyatakan Selatan untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Korut.

Strategi ini termasuk melalui penguatan kemampuan serangan pendahuluan 'Kill Chain'.

"Upaya berbahaya seperti itu akan segera dihukum oleh kekuatan yang kuat, dan pemerintahan Yoon Seok Yeol dan militernya akan dihancurkan," kata Kim Jong Un.

Baca Juga: Makin Panas, Duta Besar Korea Utara Serahkan Dokumen Pengakuan kepada Utusan Republik Rakyat Donetsk

Pemimpin Korea Utara itu muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam 19 hari bersama istrinya Ri Sol Ju untuk upacara tersebut di Pyongyang, Rabu 17 Juli 2022 seperti dilaporkan kantor berita negara KCNA.

Menyebut Yoon hanya dengan nama tanpa gelar resmi presiden, Kim mengatakan Pyongyang tidak akan lagi mentolerir semua 'pernyataan tidak masuk akal' dari militer Korsel.

Ia memperingatkan bahwa Selatan akan membayar harga tertentu jika perilaku seperti itu terus berlanjut.

Baca Juga: Korea Utara Laporkan 21 Kematian Baru di Tengah Wabah COVID 19, Disebut Kim Jong Un 'Kekacauan Dahsyat'

Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi pertama Kim terhadap pemerintahan Yoon yang menggantikan pemerintahan liberal Moon Jae-in pada Mei lalu.

Selain itu, Kim menekankan bahwa rezimnya siap untuk setiap konfrontasi militer dengan Amerika Serikat, merujuk pada latihan militer AS dengan Korsel.

Dia berulang kali mengatakan tentang pencegah perang nuklir Korut dan mengancam akan menggunakannya jika perlu.

Baca Juga: Bantuan Vaksin COVID 19 dari AS Ditolak Korut, Biden Kirim Pesan 'Halo' ke Kim Jong Un

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran Pabrik Garmen di Henan, 38 Orang Tewas

Kamis, 24 November 2022 | 02:41 WIB
X