Update Terbaru Serangan Rusia di Ukraina, Pendapat Para Menteri Keuangan G20 Terbelah Soal Invasi Rusia

- Minggu, 17 Juli 2022 | 14:14 WIB
Update Terbaru Serangan Rusia di Ukraina, Pendapat Para Menteri Keuangan G20 Terbelah Soal Invasi Rusia (TASS)
Update Terbaru Serangan Rusia di Ukraina, Pendapat Para Menteri Keuangan G20 Terbelah Soal Invasi Rusia (TASS)

SINAR HARAPAN - RUSIA sedang mempersiapkan serangan tahap berikutnya di Ukraina, kata seorang pejabat militer Ukraina membahas invasi Rusia ke Ukraina.

Hal ini dilakukan setelah Moskow mengatakan pasukannya akan meningkatkan operasi militer di 'semua wilayah operasional' menandai langkah selanjutnya dalam invasi Rusia ke Ukraina.

Pertempuran

1. Dua orang tewas di Nikopol ketika serangan roket besar Rusia menghantam kota Ukraina selatan, kata dinas darurat dan gubernur regional.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tepis Kabar Pengunduran Diri, Rencanakan Mengunjungi Moskow untuk Redakan Konflik Ukraina

2. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintahkan unit militer Rusia yang beroperasi di semua wilayah Ukraina untuk meningkatkan operasi mereka.

Tujuannya mencegah serangan di Ukraina timur dan wilayah lain yang dikuasai Rusia.

3. Serangan rudal Rusia menghantam kota Chuhuiv, Ukraina timur laut di wilayah Kharkiv, menewaskan tiga orang termasuk seorang wanita berusia 70 tahun, dan melukai tiga lainnya, kata gubernur regional.

Baca Juga: Zelensky Frustrasi pada Militer Ukraina, Ini Sebabnya

4. Rusia mengatakan angkatan bersenjata mereka menghancurkan sebuah pabrik di kota Dnipro, Ukraina, yang memproduksi suku cadang untuk rudal balistik Tochka-U. 

5. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan medan perang secara independen.

Ekonomi/Diplomasi

6. Para menteri keuangan G20 berjanji untuk mengatasi kerawanan pangan global dan meningkatnya utang, tetapi tetap terbelah pendapat mereka mengenai invasi Rusia.

Baca Juga: Korut Dikecam, Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Pyongyang Atas Pengakuan Republik Rakyat Donetsk

Kutipan

7. "Tiga orang kehilangan nyawanya, mengapa? Untuk apa? Karena Putin gila?" kata Raisa Shapoval, 83, saat duduk di reruntuhan rumahnya di Chuhuiv.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X