Bertemu Raja Salman dan MbS, Biden Singgung Pembunuhan Khashoggi Sambil Minta Saudi Pasok Lebih Banyak Minyak

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 14:43 WIB
Bertemu Raja Salman dan MbS, Biden Singgung Pembunuhan Khashoggi Sambil Minta Saudi Pasok Lebih Banyak Minyak (Al Arabiya)
Bertemu Raja Salman dan MbS, Biden Singgung Pembunuhan Khashoggi Sambil Minta Saudi Pasok Lebih Banyak Minyak (Al Arabiya)

SINAR HARAPAN - DALAM pertemuan puncak pertemuan dengan pejabat senior Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, di kota pelabuhan Laut Merah Jeddah, presiden as joe biden mengatakan ia mengangkat masalah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Berbicara kepada wartawan pada Jumat sore seperti dikutip dari Al Jazeera, Biden mengatakan dia juga membahas hak asasi manusia 'dan perlunya reformasi politik' selama pembicaraan.

“Seperti yang selalu saya lakukan, saya menjelaskan bahwa topik [hak asasi manusia] sangat penting bagi saya dan Amerika Serikat,” kata Biden.

Baca Juga: Biden Sebut Putin 'Diktator' yang Melakukan 'Genosida' di Ukraina

“Sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi, saya mengangkatnya di puncak pertemuan, memperjelas apa yang saya pikirkan saat itu, dan ketika saya memikirkannya sekarang.”

Dia menambahkan bahwa seorang Presiden AS tidak bisa 'diam dalam masalah hak asasi manusia'.

Biden dikritik pada sebelumnya karena menyapa putra mahkota Saudi (MBS), yang menurut badan intelijen AS bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul di tahun 2018. 

Baca Juga: Biden Sebut Putin 'Diktator' yang Melakukan 'Genosida' di Ukraina

“Itu memproyeksikan tingkat keintiman dan kenyamanan yang memberikan kepada MBS penebusan tidak beralasan yang telah dia cari dengan putus asa,” kata Fred Ryan, penerbit surat kabar Washington Post tempat Jamal Khashoggi bekerja pada saat kematiannya.

Komite untuk Jurnalis Proyek juga mengatakan terkejut dengan kegagalan Biden untuk meminta pertanggungjawaban putra mahkota terhadap insiden itu.

Sebagai kandidat presiden pada 2019, Biden berjanji untuk memperlakukan kerajaan Arab Saudi sebagai 'paria' atas pembunuhan jurnalis itu.

Baca Juga: Bantuan Vaksin COVID 19 dari AS Ditolak Korut, Biden Kirim Pesan 'Halo' ke Kim Jong Un

Pemerintahannya awalnya mengatakan bahwa dia hanya akan berurusan dengan rekan langsungnya, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.

Perjalanan presiden AS ke Arab Saudi dilakukan di tengah upaya untuk mengatur ulang hubungan Washington dengan Riyadh.

Terlebih saat ini dunia bergulat dengan melonjaknya biaya energi terkait dengan perang di Ukraina. Arab Saudi adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Berbagai Sumber, aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Putin Dijadwalkan Berkunjung ke Turki, Ada Apa?

Kamis, 30 Maret 2023 | 07:58 WIB
X