• Senin, 15 Agustus 2022

Pengungsian Puluhan Ribu Warga Sydney Berlanjut

Banjar Chaeruddin
- Rabu, 6 Juli 2022 | 19:10 WIB
Personel State Emergency Service (SES) bersiap melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Windsor, pinggiran Kota Sydney, Australia, Selasa (5/7/2022). Sekitar 50 ribu penduduk di New South Wales (NSW), sebagian besar di pinggiran barat Sydney telah diminta
Personel State Emergency Service (SES) bersiap melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Windsor, pinggiran Kota Sydney, Australia, Selasa (5/7/2022). Sekitar 50 ribu penduduk di New South Wales (NSW), sebagian besar di pinggiran barat Sydney telah diminta

SINARHARAPAN--Amukan badai yang memicu hujan lebat di sejumlah kawasan di Sydney, Australia selama empat hari mulai mereda, tetapi permukaan sungai masih di atas level bahaya sehingga evakuasi ribuan korban terus dilakukan.

Badai telah menjauh dari kota itu, menurut citra satelit pada Rabu.

Lebih dari 85.000 orang di negara bagian New South Wales (NSW), sebagian besar tinggal di pinggiran barat Sydney, telah diminta untuk mengungsi atau diperingatkan bahwa mereka akan menerima perintah evakuasi.

Pada Selasa, jumlah korban yang mengungsi mencapai 50.000 orang, kata pihak berwenang.

"Saat ini situasinya masih berbahaya dan kami perlu menanggapinya dengan tepat," kata Perdana Menteri Anthony Albanese.

Dia mengatakan hal itu dalam jumpa pers saat mengumumkan bantuan tunai senilai 1.000 dolar Australia (sekitar Rp10,23 juta) bagi setiap korban banjir.

Badai bertekanan rendah yang intens di lepas pantai timur Australia bergerak ke pantai tengah-utara NSW sepanjang 300 km.

Biro cuaca memperkirakan curah hujan di sana akan melebihi 200 mm selama enam jam.

Hujan deras sejak Sabtu terus mengalirkan air ke daerah-daerah penampung hujan di sekitar Sydney yang sudah mendekati kapasitas penuhnya sebelum banjir terakhir terjadi.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa bencana alam itu akan berlanjut hingga awal pekan depan.

Cuaca pantai timur Australia telah terdampak oleh fenomena La Nina –biasanya menjadi penyebab curah hujan yang tinggi– selama dua tahun berturut-turut.

Fenomena alam itu berakhir pada Juni, tetapi ada kemungkinan 50 persen untuk muncul lagi akhir tahun ini, menurut Biro Meteorologi.

Tayangan televisi memperlihatkan mobil-mobil diparkir di lantai teratas gedung, penduduk melindungi rumah dan tempat usaha mereka dengan karung pasir, dan petugas terlihat menyelamatkan hewan-hewan ternak.

Beberapa wilayah NSW menerima curah hujan hingga 700 mm sejak Sabtu, melebihi rata-rata tahunan, tetapi kondisi mulai mereda di Sydney.

"Kami memperkirakan akan ada kondisi kering (di Sydney) besok dan Jumat, beberapa hujan ringan akan kembali akhir pekan ini tetapi tidak sederas sebelumnya," kata ahli meteorologi Jonathan How kepada ABC.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X