• Senin, 15 Agustus 2022

Menlu AS Ajak Tekan Rusia dalam Pertemuan G20, Peringatkan China untuk Tak Membantu dalam Peperangan

- Rabu, 6 Juli 2022 | 13:15 WIB
Menlu AS Ajak Tekan Rusia dalam Pertemuan G20, Peringatkan China untuk Tak Membantu dalam Peperangan
Menlu AS Ajak Tekan Rusia dalam Pertemuan G20, Peringatkan China untuk Tak Membantu dalam Peperangan

SINAR HARAPAN - MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pekan ini akan mengajak negara-negara G20 untuk menekan Rusia.

Tujuannya, mendukung upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuka kembali jalur laut yang terblokir karena konflik Ukraina.

Blinken juga disebut akan mengulang peringatan terhadap China agar tidak membantu upaya Rusia berperang.

Baca Juga: Sama-sama Bakal Berpartisipasi dalam Forum G20 Indonesia dengan Menlu Rusia, Ini Komentar Jubir Menlu AS

Menlu AS itu berangkat ke Asia pada Rabu untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 di Bali, yang akan berlangsung pada Jumat, 8 Juli 2022.

Selama lawatannya itu, ia untuk pertama kalinya sejak Oktober akan bertemu dengan Menlu China Wang Yi.

Namun, tidak ada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung antara Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Baca Juga: Bertemu Menlu India, Menlu Retno Bahas Isu Penghinaan Nabi Muhammad yang Dilakukan Dua Politikus Partai BJP

Kalangan analis memperkirakan pertemuan menteri G20 akan dipenuhi perdebatan.

Pasalnya, AS dan negara-negara sekutunya menyalahkan Moskow atas penurunan pangan secara global sejak Rusia mulai meluncurkan invasi pada 24 Februari ke Ukraina, negara utama pengekspor biji-bijian.

Sementara itu, Rusia, yang juga adalah pengekspor utama biji-bijian, menuding serentetan sanksi yang dipimpin Amerika Serikat sebagai biang keladi masalah tersebut.

Baca Juga: Menlu RI Tawarkan 3 Formula untuk Wujudkan Keamanan dan Stabilitas Indo-Pasifik

Ramin Toloui, asisten menteri luar negeri urusan ekonomi dan bisnis, mengatakan kepada Reuters bahwa Blinken akan membahas masalah keamanan energi.

Blinken juga akan membahas inisiatif PBB untuk mengupayakan pangan dan pupuk dari Ukraina dan Rusia bisa kembali masuk ke pasar global.

"Negara-negara G20 harus membuat Rusia mempertanggungjawabkan tindakannya dan menekan negara itu agar mendukung upaya PBB yang sedang berlangsung untuk membuka kembali jalur laut bagi pengiriman biji-bijian," kata Toloui.

Baca Juga: Wakil Menlu Korsel, AS, dan Jepang Sepakati Peluncuran Rudal Korut Provokasi Serius

Ukraina, yang menuduh Rusia memblokade pergerakan kapal-kapalnya, mengatakan pekan ini sedang melakukan pembicaraan dengan Turki dan PBB untuk menjamin kelancaran ekspor biji-bijian.

Rusia menyatakan sama sekali tidak melakukan blokade biji-bijian dan balik menyalahkan Ukraina, yang dianggapnya tidak melakukan pergerakan.

Sementara itu, wakil menlu AS urusan Asia Timur, Daniel Kritenbrink, mengatakan ia memperkirakan pembicaraan Blinken dengan Menlu Wang Yi soal Ukraina akan berlangsung dengan 'terus terang'.

Baca Juga: Menlu Retno Bertemu Pejabat PBB di Bali, Ungkapkan Kekhawatiran Belum Tercapainya Penyelesaian Perang Ukraina

Pertemuan Blinken dan Wang diperkirakan terjadi pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Tak lama sebelum Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina, Beijing dan Moskow mengumumkan bahwa kemitraan mereka 'tidak terbatas'.

Namun, para pejabat AS mengatakan mereka belum melihat China menghindari sanksi-sanksi pimpinan AS terhadap Moskow ataupun menyediakan peralatan militer bagi Rusia.

Baca Juga: Menlu: 9 WNI yang Terjebak di Chernihiv Berhasil Dievakuasi dari Ukraina

China sendiri selama ini menolak untuk mengecam aksi-aksi Rusia. Beijing justru mengkritik pemberlakuan serangkaian sanksi terhadap Moskow.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X