• Senin, 8 Agustus 2022

Lowongan Kerja di Eropa Terbuka Lebar untuk Staf Tanpa Pengalaman, Industri Pariwisata Kekurangan Orang

- Senin, 4 Juli 2022 | 17:23 WIB
Lowongan Kerja di Eropa Terbuka Lebar untuk Staf Tanpa Pengalaman, Industri Pariwisata Kekurangan Orang (Vecteezy)
Lowongan Kerja di Eropa Terbuka Lebar untuk Staf Tanpa Pengalaman, Industri Pariwisata Kekurangan Orang (Vecteezy)

SINAR HARAPAN - LOWONGAN kerja saat ini tak terbatas hanya dari lowongan lokal di dalam negeri.

Faktanya, hotel terkemuka di Eropa sedang membuka lowongan kerja di Eropa untuk staf tanpa pengalaman kerja di tengah kelangkaan tenaga yang membuat mereka tak mampu memenuhi permintaan pascapandemi.

Pembukaan lowongan kerja di Eropa ini diakibatkan oleh ribuan pekerja hotel dengan bayaran minimum meninggalkan industri itu ketika perjalanan internasional anjlok selama pandemi COVID 19.

Baca Juga: Akhirnya! Realme 9 5G Muncul di Realme Eropa, Simak Speknya! Varian Tertinggi Dibanderol Rp4,2 Juta Saja

Banyak dari mereka memilih untuk tidak kembali karena sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, sehingga pengusaha hotel kini kesulitan mencari pekerja.

Jaringan hotel terbesar di Eropa, Accor, sedang menggelar uji coba rekrutmen staf yang belum pernah bekerja di perhotelan.

Hal ini disampaikan CEO Accor Sebastien Bazin dalam wawancara dengan Reuters bulan lalu.

Baca Juga: Kabar Terkini di Ukraina: Tentara Masih Terjebak di Azovstal hingga Tekanan Uni Eropa pada Hongaria

Accor, yang membawahi hotel-hotel terkenal seperti Mercure, Ibis dan Fairmont di lebih dari 110 negara, memerlukan 35.000 pekerja di seluruh dunia, katanya.

"Kami coba di Lyon dan Bordeaux sepuluh hari lalu dan pekan ini kami mewawancarai calon tanpa resume, pengalaman kerja dan mereka akan direkrut dalam 24 jam," kata Bazin.

Dalam jangka pendek, Accor berusaha mengisi sejumlah posisi di Prancis dengan anak-anak muda dan migran sambil membatasi pelayanan.

Baca Juga: Dua Kota di Timur Ukraina Dikepung Rusia, Zelensky Desak Uni Eropa Segera Embargo Minyak Rusia

"Mereka adalah para mahasiswa, orang-orang dari Afrika Utara," kata Bazin. Karyawan baru diberikan pelatihan selama enam jam dan praktik langsung di lapangan, kata dia.

Kelangkaan staf sangat terasa dampaknya, terutama di Spanyol dan Portugal, di mana pariwisata menyumbang 13 persen dan 15 persen ekonomi di masing-masing negara itu sebelum pandemi.

Pengusaha hotel di sana menawarkan upah lebih besar, akomodasi gratis dan berbagai manfaat seperti bonus dan asuransi kesehatan.

Baca Juga: Hongaria Belum Setuju, Uni Eropa Gagal Sepakati Sanksi Embargo Minyak Rusia

"Banyak pekerja telah memutuskan pindah ke sektor lain, jadi kami memulai industri ini dari nol lagi dan kami berjuang mencari bakat," kata Gabriel Escarrer, CEO jaringan hotel Spanyol Melia kepada pers di Madrid.

Untuk menarik minat pekerja, perusahaannya menawarkan akomodasi, kadang berupa kamar hotel, karena sedikitnya rumah sewa di dekat resor.

Jaringan hotel yang lebih kecil juga menghadapi masalah serupa. Direktur operasi Hotel Mundial, salah satu hotel paling ikonik di Lisbon, mengatakan pihaknya sedang merekrut 59 pekerja.

Baca Juga: Gagal Menyetop Sepenuhnya, Uni Eropa Sepakati Potong 90 Persen Impor Minyak Rusia Akhir Tahun Ini

Tanpa jumlah staf yang cukup, dia khawatir beberapa hotel akan memangkas jumlah tamu dan berbagai fasilitas yang mereka berikan.

"Jika kami tak bisa merekrut, kami akan mengurangi pelayanan," katanya.

Menurut dia, kondisi saat ini sangat disesalkan dan dramatis bagi sebuah industri yang telah kehilangan pemasukan selama dua tahun terakhir.

Baca Juga: Ditunjuk Uni Eropa Jadi Calon Anggota, Zelensky Tegaskan Ukraina Layak Mendapatkannya

Di seluruh Spanyol dan Portugal, kondisi tersebut terlihat di berbagai bar, restoran dan hotel.

Jose Carlos Sac, 52 tahun, hanya membuka bar miliknya di Madrid, Tabanco de Jerez, selama akhir pekan ketika mahasiswa yang perlu uang tambahan libur kuliah.

"Sepanjang pekan kami tak bisa buka karena tak ada pekerja, mereka pergi belajar," katanya sambil memberi isyarat kepada para mahasiswa untuk menata meja pada Sabtu.

Baca Juga: Tak Menentang Ukraina Bergabung dengan Uni Eropa, Putin: Ini Bukan Blok Militer

Di distrik La Latina, Madrid, yang ramai, pemilik Angosta Tavern, Mariveni Rodriguez, mempekerjakan migran di musim-musim sibuk.

"Kami memberikan kesempatan kepada migran yang sangat ingin bekerja karena tak memiliki kerabat atau dukungan resmi," kata dia.

Industri katering Spanyol kekurangan 200.000 pekerja dan industri hotel Portugal memerlukan sedikitnya 15.000 orang lagi untuk memenuhi permintaan yang kian meningkat.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Rudal China Jatuh di Wilayah ZEE Jepang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 06:41 WIB
X