• Senin, 8 Agustus 2022

Kota Lysychansk Dikuasai Rusia, Zelensky Harapkan Barat Kirim Senjata Jarak Jauh

- Senin, 4 Juli 2022 | 10:16 WIB
Volodymyr Zelensky Presiden Ukraina meminta Barat mengirimkan senjata jarak jauh. (rfi.fr)
Volodymyr Zelensky Presiden Ukraina meminta Barat mengirimkan senjata jarak jauh. (rfi.fr)

SINAR HARAPAN - PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu, 3 Juli 2022 mengakui bahwa pasukannya sudah ditarik dari Lysychansk di Donbas yang digempur oleh Rusia.

Namun ia mengatakan bertekad merebut kembali kendali di wilayah timur itu. Zelensky berharap negara-negara Barat mengirimkan senjata jarak jauh.

Tujuannya untuk membantu negaranya merebut kembali kendali wilayah yang dikuasai Rusia.

Baca Juga: RI Siap Jembatani Komunikasi Rusia dan Ukraina, Jokowi: Saya Telah Menyampaikan Pesan Zelensky untuk Putin

"Kalau para komandan tentara kita menarik orang-orang dari titik-titik tertentu di garis depan, tempat musuh punya keunggulan terbesar dalam hal persenjataan, dan ini juga berlaku untuk Lysychansk, artinya hanya satu," kata Zelensky.

"Bahwa kita akan kembali dengan taktik kita, dengan peningkatan pasokan senjata modern," ujarnya ketika menyampaikan pidato harian.

Zelensky mengatakan Rusia sedang memusatkan kekuatan tembaknya ke Donbas.

Baca Juga: Rusia Hormati Indonesia, Nyatakan 'Tak Peduli' pada Kehadiran Zelensky di KTT G20 Bali

Namun, katanya Ukraina akan membalas dengan persenjataan jarak jauh, seperti peluncur roket HIMARS yang dipasok Amerika Serikat.

"Fakta bahwa kita melindungi nyawa tentara-tentara kita, rakyat kita, itu memainkan peranan penting. Kita akan membangun tembok-tembok, kita akan merebut kembali wilayah, dan yang terpenting adalah bahwa rakyat harus dilindungi," kata Zelenskyy.

Moskow menguasai Lysychansk kurang dari seminggu setelah kota di dekatnya, Sievierdonetsk, juga jatuh ke tangannya.

Baca Juga: Selain Bertemu Putin, Jokowi Akan Lakukan Kunjungan ke Kiev untuk Temui Zelensky

Fokus medan pertempuran sekarang beralih ke wilayah tetangga Donbas, yaitu Donetsk. Banyak daerah di Donetsk masih berada di bawah kendali Ukraina.

Sejak menghentikan serangan ke ibu kota Ukraina, Kiev, Rusia memusatkan operasi militernya di Donbas, jantung industri Ukraina.

Donbas terdiri Luhansk dan Donetsk, wilayah tempat para separatis dukungan Rusia memerangi Ukraina sejak 2014.

Baca Juga: Temui Zelensky, Presiden Prancis, Kanselir Jerman, dan PM Italia dalam Perjalanan Menuju Ukraina

Rusia mengatakan penguasaan Lysychansk membuatnya memegang kendali penuh di Luhansk, kemenangan politik yang sesuai dengan target perang Moskow.

Rusia mengatakan Luhansk dikuasai untuk memberi kemerdekaan bagi wilayah yang memproklamasikan diri sebagai Republik Rakyat Luhansk itu, yang diakui Rusia.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengabarkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk sudah 'dibebaskan', kata departemen pertahanan Rusia.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Rudal China Jatuh di Wilayah ZEE Jepang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 06:41 WIB
X