• Senin, 8 Agustus 2022

Ferdinand Marcos Jr Dilantik Menjadi Presiden Filipina ke-17

Banjar Chaeruddin
- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:34 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD menyalami Presiden Ferdinand Marcos Jr usai pelantikan Kamis (30/6) siang (Antara)
Menkopolhukam Mahfud MD menyalami Presiden Ferdinand Marcos Jr usai pelantikan Kamis (30/6) siang (Antara)

SINARHARAPAN--Ferdinand Marcos Jr, putra mendiang Ferdinand Marcos, dilantik menjadi Presiden Filipina ke-17 pada Kamis (30/6) di Museum Nasional Manila.

Ia menggantikan Presiden Rodrigo Duterte untuk periode enam tahun ke depan, sekaligus mengawali kebangkitan dinasti politik paling terkenal di Asia.

Pelantikan dilakukan dengan pengawalan yang ketat. Sebelum pelantikan diselenggarakan pawai gabungan militer dan sipil.

Marcos Jr (64 tahun), dikenal juga dengan panggilan Bongbong, dalam pidatonya berjanji akan membuka lapangan kerja dan tidak akan mengecewakan rakyatnya.

Wakil Presiden China Wang Qishan dan suami Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, Doug Emhoff, termasuk di antara pejabat asing yang menghadiri upacara pelantikan.

Menko Polhukam Mahfud MD datang ke Manila mewakili Presiden Joko Widodo untuk memberikan selamat kepada Presiden Filipina yang baru. "Tadi saya menyampaikan salam dan selamat dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Marcos. Kami berharap hubungan Filipina dengan Indonesia semakin baik dan kerja sama antar-dua negara ini semakin menguat," papar Mahfud usai menghadiri pelantikan.

Pada masa lalu ayah Bongbong,  Ferdinand Marcos, memerintah Filipina selama dua dekade dari 1965, hampir setengahnya di bawah darurat militer. Ribuan lawan Marcos dipenjara, dibunuh atau dihilangkan selama pemerintahannya.

Para kritikus menyebut kemenangannya adalah buah dari upaya berpuluh-puluh tahun untuk mengubah persepsi publik tentang keluarga Marcos yang hidup mewah di atas salah satu kleptokrasi paling terkenal di dunia.

Mantan senator dan anggota Kongres itu berkampanye dengan slogan "bersama-sama, kita akan bangkit kembali", membangkitkan nostalgia akan pemerintahan ayahnya.

Dalam kampanyenya Marcos Jr. berjanji menciptakan lapangan kerja dan menurunkan harga konsumen di negara berpenduduk 110 juta orang, yang hampir seperempatnya hidup dengan kurang dari 2 dolar AS per hari.

"Prioritas nomor satu Marcos adalah, dan seharusnya, pemulihan ekonomi selama enam bulan ke depan dan tahun pertama," kata Richard Heydarian, seorang penulis, kolumnis dan akademisi yang berspesialisasi dalam politik. "Itu akan mengatur nada untuk pemerintahannya untuk tahun-tahun mendatang," katanya.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Lima Rudal China Jatuh di Wilayah ZEE Jepang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 06:41 WIB
X