• Rabu, 10 Agustus 2022

PM Armenia dan Presiden Azerbaijan Kembali Saling Tuduh Soal Konflik di Nagorno Karabakh

- Selasa, 28 Juni 2022 | 17:23 WIB
PM Armenia dan Presiden Azerbaijan kembali saling tuduh soal konflik di Nagorno Karabakh. (Tangkapan layar Google Map - RMA/SH)
PM Armenia dan Presiden Azerbaijan kembali saling tuduh soal konflik di Nagorno Karabakh. (Tangkapan layar Google Map - RMA/SH)

SINAR HARAPAN - PERDANA Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada Senin, 27 Mei 2022 kembali saling tuduh dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev terkait pertikaian di Nagorno Karabakh.

Pashinyan mengatakan tetangganya itu gagal mengambil tindakan atas perjanjian untuk mengakhiri 30 tahun permusuhan atas wilayah Nagorno Karabakh.

Nagorno Karabakh merupakan wilayah pegunungan di dalam Azerbaijan yang dikendalikan sejak 1990-an oleh etnis Armenia.

Baca Juga: Blinken Hadiri KTT Arab-Israel, Bahas Masalah Perjanjian Nuklir Iran dan Ukraina

"Azerbaijan menolak untuk berbicara, tetapi secara terbuka menuduh Armenia menolak untuk berbicara," kata Pashinyan dalam sebuah konferensi pers daring, seperti dikutip kantor berita Armenia Armenpress.

"Penilaian saya adalah satu: hal itu dilakukan untuk melegitimasi perang baru melawan Armenia," ujar Pashinyan.

Perselisihan atas Nagorno Karabakh kembali berkobar pada 2020 menjadi sebuah perang selama enam pekan di mana pasukan Azeri mendapatkan kembali sebagian besar wilayah itu.

Baca Juga: PBB Desak Negara-negara Sudahi Konflik

Armenia dan Azerbaijan sepakat untuk mengerjakan rencana perdamaian setelah Rusia menengahi keduanya untuk melakukan gencatan senjata.

Pashinyan mengatakan Azerbaijan memolitisasi upaya perdamaian, termasuk masalah pembangunan sebuah jalur kereta api melalui Armenia antara Azerbaijan dan kantong barat Nakhichivan, seperti dikutip oleh media Rusia dan Armenia.

Setelah menjadi sasaran protes besar dalam beberapa pekan terakhir yang menuduhnya membuat terlalu banyak konsesi di Karabakh, Pashinyan mengatakan lebih dari 50 prajurit Armenia menghadapi tuduhan makar.

Baca Juga: Azerbaijan Buka Lagi Restoran Mulai 1 Februari

Mengenai tuduhan terhadap perwira Armenia, kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa Pashinyan mengatakan kepada wartawan bahwa 'banyak urusan sekarang terjadi di balik pintu tertutup dan publik tidak menyadarinya ... Lebih dari 50 prajurit dituduh melakukan spionase dan pengkhianatan.'

Namun, TASS tidak memberikan keterangan rinci lebih lanjut dalam laporannya itu.

Walaupun Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah mengadakan serangkaian pertemuan dalam 18 bulan terakhir, kemajuan menuju perjanjian damai antara Azerbaijan dan Armenia masih berjalan lambat.

Baca Juga: Azerbaijan-Armenia Kembali Berseteru, Penjaga Perdamaian di Nagorno-Karabakh Diserang Drone

Aliyev pekan lalu menuduh Armenia tidak mau bertindak untuk perjanjian damai.

Armenia gagal mematuhi 'kewajiban hukumnya' untuk mengizinkan akses gratis untuk pembangunan jalur kereta api, menurut laporan media Azerbaijan yang mengutip pernyataan Aliyev setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Sementara itu, Pashinyan mengatakan Aliyev menghalangi kemajuan dalam pembahasan perdamaian dengan menghubungkannya dengan persoalan kembalinya tawanan perang ke Armenia.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibukota Korsel Seoul Dilanda Banjir Besar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X