• Senin, 4 Juli 2022

Redakan Tuntutan Pengunjuk Rasa, Kabinet Sri Lanka Potong Kekuasaan Presiden Rajapaksa

- Selasa, 21 Juni 2022 | 17:19 WIB
Meredakan Tuntutan Pengunjuk Rasa, Kabinet Sri Lanka Memotong Kekuasaan Presiden Rajapaksa. (Facebook.com/Gotabaya Rajapaksa)
Meredakan Tuntutan Pengunjuk Rasa, Kabinet Sri Lanka Memotong Kekuasaan Presiden Rajapaksa. (Facebook.com/Gotabaya Rajapaksa)

SINAR HARAPAN - KABINET Sri Lanka telah menyetujui reformasi konstitusi yang akan membatasi kekuasaan presiden.

Ini merupakan sebuah langkah yang ditujukan untuk menenangkan para pengunjuk rasa yang menyerukan mundurnya Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Krisis ekonomi terburuk telah memukul perekonomian negara itu yang memicu protes besar-besaran.

Baca Juga: Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat Cegah Kerusuhan Akibat Krisis Ekonomi Meluas

Keputusan untuk mengamandemen konstitusi dan memotong kekuasaan luas presiden diambil dalam rapat kabinet pada hari Senin, 20 Juni 2022 seperti dikutip dari Al Jazeera.

 

Sebuah rancangan yang disebut amandemen ke-21 konstitusi Sri Lanka memberikan beberapa kekuatan kembali ke parlemen.

Ini mengembalikan independensi komisi dalam pengambilan keputusan penting.

Baca Juga: 26 Menteri di Kabinet Sri Lanka Mengundurkan Diri Akibat Krisis Ekonomi

“Amandemen ke-21 diajukan dan disahkan di kabinet hari ini,” kata menteri pariwisata Harin Fernando dalam sebuah tweet.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X