• Senin, 28 November 2022

China Disebut Makin Agresif di Asia, Biden Akan Libatkan Militer Jika Taiwan Diserang

- Minggu, 12 Juni 2022 | 09:53 WIB
Ilustras0 - Bendera Taiwan. (Unsplash)
Ilustras0 - Bendera Taiwan. (Unsplash)

SINAR HARAPAN - MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan Washington akan berupaya mengelola ketegangan dengan China dan mencegah konflik.

Ini dilakukan meskipun Beijing menjadi semakin agresif di kawasan Asia, termasuk di dekat Taiwan.

Ketegangan antara China dan AS dipicu oleh banyak hal, mulai dari isu Taiwan dan catatan HAM China hingga aktivitas militer Beijing di Laut China Selatan.

Baca Juga: Taiwan Ikut Jatuhkan Sanksi pada Rusia

Berbicara dalam Dialog Shangri-La, pertemuan utama yang membahas isu keamanan Asia, Austin menegaskan AS akan terus mendukung sekutunya, termasuk Taiwan.

"Itu sangat penting karena RRC (Republik Rakyat China) mengadopsi pendekatan yang lebih koersif dan agresif terhadap klaim teritorialnya," kata dia, Sabtu, 11 Juni 2022.

China mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai miliknya dan telah berjanji untuk mengambilnya dengan paksa jika perlu.

Baca Juga: Taiwan Waspadai Aktivitas Militer China di Tengah Krisis Ukraina

Austin mengatakan telah terjadi peningkatan yang 'mengkhawatirkan' dalam jumlah perjumpaan yang tidak aman dan tidak profesional antara pesawat dan kapal China dengan negara lain.

Sebuah pesawat tempur China secara berbahaya mencegat sebuah pesawat pengintai militer Australia di wilayah Laut China Selatan pada Mei.

Sementara militer Kanada menuduh pesawat tempur China mengganggu pesawat patroli mereka saat mereka memantau penghindaran sanksi Korea Utara.

Baca Juga: 39 Jet Tempur China Serbu Taiwan, Taipei Siaga Sistem Rudal

Taiwan telah mengeluh selama bertahun-tahun tentang misi angkatan udara China yang berulang ke zona identifikasi pertahanan udaranya, yang bukan wilayah udara teritorial tetapi area yang lebih luas yang dipantaunya dari ancaman.

Austin mengatakan serangan itu telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Austin mengatakan bahwa kebijakan AS tentang Taiwan adalah untuk tetap menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo.

Baca Juga: Taiwan Alami Lonjakan Kasus Covid-19

"Kebijakan kami tidak berubah. Tetapi sayangnya, itu sepertinya tidak berlaku untuk RRC," kata Austin.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan Washington akan melibatkan militernya jika China menyerang Taiwan.

Namun, AS telah lama memiliki kebijakan yang tidak jelas tentang apakah Washington akan membela Taiwan secara militer.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran Pabrik Garmen di Henan, 38 Orang Tewas

Kamis, 24 November 2022 | 02:41 WIB
X