• Minggu, 2 Oktober 2022

Perwira TNI AL Dituduh Minta Uang Suap Rp5,4 M untuk Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Panama

- Kamis, 9 Juni 2022 | 20:38 WIB
Ilustrasi kapal tanker. (Harian Terbit)
Ilustrasi kapal tanker. (Harian Terbit)

Baca Juga: Kemlu Kawal Penanganan WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia

Widjono membenarkan personel angkatan laut telah menahan kapal Nord Joy karena dicurigai berlabuh di perairan Indonesia tanpa izin, melanggar hak lintas laut Indonesia, dan berlayar tanpa bendera nasional.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono, menegaskan aksi suap 'sangat dilarang', ketika diminta Reuters mengomentari soal dugaan suap terkait kapal Nord Joy seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Meski begitu, Widjojono tidak mengonfirmasi atau berkomentar lebih lanjut terkait rincian kasus tersebut kepada Reuters.

Baca Juga: Kemlu Kawal Penanganan WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia

"Informasi awal (kasus) masih dalam proses penyelidikan awal di pangkalan angkatan laut Batam," katanya.

Kepada CNN Indonesia, Julius menegaskan akan serius mendorong percepatan proses hukum ke kejaksaan untuk memberikan sanksi maksimal kepada oknum TNI AL jika kedapatan terlibat suap.

Namun, ia meminta agar pelapor memberikan nama jelas terduga penerima uang sogokan.

Baca Juga: Pemberontak Houthi Sita Kapal Militer Berbendera UEA di Laut Merah

"Sejauh ini tidak ditemukan adanya indikasi anggota yang melakukan itu (menerima suap)," kata Julius, Kamis 9 Juni 2022.

Berdasarkan hukum Indonesia, berlabuh tanpa izin bisa membuat pelakunya kena hukuman maksimum satu tahun penjara untuk kapten kapal dan denda Rp200 juta (USD13.840), katanya lagi.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Reuters, International Business Times, CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X