• Senin, 15 Agustus 2022

Makin Panas, 'Balas' Uji Coba Korut, Korsel dan AS Luncurkan Delapan Rudal

- Senin, 6 Juni 2022 | 14:17 WIB
Arsip - Sebuah rudal darat-ke-darat diluncurkan selama latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan di lokasi yang tidak diketahui, di Korea Selatan, 25 Mei 2022.  (Kepala Staf Gabungan/Yonhap via Reuters/as)
Arsip - Sebuah rudal darat-ke-darat diluncurkan selama latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan di lokasi yang tidak diketahui, di Korea Selatan, 25 Mei 2022. (Kepala Staf Gabungan/Yonhap via Reuters/as)

SINAR HARAPANKorea Selatan dan Amerika Serikat pada Senin menembakkan delapan rudal darat-ke-darat di lepas pantai timur Korsel.

Hal ini dilakukan setelah Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek pada Minggu, 5 Juni 2022, menurut pejabat Korsel.

Kantor berita Yonhap yang mengutip militer Korsel melaporkan peluncuran delapan rudal itu berlangsung sekitar 10 menit mulai pukul 04.45 waktu setempat (02.45 WIB) sebagai tanggapan atas delapan rudal yang ditembakkan oleh Korut pada Minggu 5 Juni 2022.

Baca Juga: Putin Mengancam Menyerang Target Baru Jika Ukraina Disuplai AS Rudal Jarak Jauh

Peluncuran itu merupakan unjuk 'kemampuan dan kesiapan untuk melakukan serangan presisi' terhadap sumber peluncuran rudal atau pusat komando dan dukungan Korut, menurut laporan Yonhap.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel membenarkan bahwa delapan rudal taktis angkatan darat (ATACMS) telah ditembakkan.

Komando Indo-Pasifik AS mengatakan delapan rudal itu terdiri satu rudal dari angkatan darat AS dan tujuh rudal dari Korsel.

Baca Juga: Serangan Rudal Sebabkan Kebakaran di Tank Utama Kilang Minyak Irak

"Aliansi Korsel-AS tetap berkomitmen untuk perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea dan di seluruh Indo-Pasifik. Komitmen AS untuk membela Korsel tetap kuat," kata komando AS itu dalam sebuah pernyataan.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol telah berjanji untuk mengambil tindakan lebih tegas terhadap Korut.

Pada pertemuan tingkat tinggi pada Mei di Seoul, Yoon juga sepakat dengan Presiden AS Joe Biden untuk meningkatkan latihan militer bersama dan meningkatkan postur pertahanan gabungan Korsel-AS.

Baca Juga: Zelensky Mengutuk Serangan Rudal Rusia di Kramatorsk: Kejahatan Ini Memang Tak Punya Batas

Rudal balistik jarak pendek Korut, yang ditembakkan ke arah laut di lepas pantai timurnya pada Minggu, 5 Juni 2022, mungkin merupakan uji coba tunggal terbesarnya dan dilakukan sehari setelah Korsel dan AS menyelesaikan latihan militer bersama.

Latihan militer itu untuk pertama kalinya melibatkan kapal induk AS sejak lebih dari empat tahun lalu.

Jepang dan AS juga melakukan latihan militer bersama pada Minggu sebagai tanggapan atas uji coba rudal terbaru Korut.

Baca Juga: Rusia Akui Gunakan Kinzhal, Rudal Hipersonik untuk Serangan di Ukraina

Korut menyebut latihan militer bersama AS-Korsel sebelumnya sebagai contoh dari 'kebijakan bermusuhan' Washington yang terus diterapkan terhadap Pyongyang meskipun AS berbicara tentang diplomasi.

Pada 2022, Korut telah melakukan serangkaian peluncuran rudal, mulai dari uji coba rudal hipersonik hingga rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesarnya untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun.

Korut melanjutkan kebiasaan untuk tidak melaporkan peluncuran rudal di media pemerintah, yang menurut beberapa analis dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa mereka melakukannya sebagai bagian dari latihan militer rutin.

Baca Juga: Penjaga Pantai Jepang: Korea Utara Diduga Kembali Tembakkan Rudal Balistik

Pejabat AS dan Korsel baru-baru ini juga memperingatkan bahwa Korut tampaknya siap untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir pertama kali sejak 2017.

Peluncuran rudal oleh pasukan gabungan Korsel-AS juga untuk menanggapi uji coba Korut itu, yang menurut kedua negara bersekutu itu merupakan pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pada Mei, AS menyerukan lebih banyak sanksi PBB terhadap Korut atas peluncuran rudal balistiknya. Namun, China dan Rusia memveto usulan AS tersebut.

Baca Juga: Aduh, India Akui Teledor Tak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan

Untuk pertama kalinya suara di Dewan Keamanan PBB terhadap Korut terbelah sejak mereka menjatuhkan sanksi terhadap Korut pada 2006 saat negara itu melakukan uji coba nuklir pertamanya.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X