• Rabu, 29 Juni 2022

Intelijen Inggris: Jumlah Korban Militer Rusia 3 Bulan Invasi ke Ukraina Menyamai Invasi 9 Tahun Afghanistan

- Selasa, 24 Mei 2022 | 10:07 WIB
Boneka teddy bear berada di ayunan di sebelah bangunan yang hancur di distrik Saltivka, ditengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kharkiv, Ukraina, Selasa (17/5/2022). ( ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes/RWA/djo)
Boneka teddy bear berada di ayunan di sebelah bangunan yang hancur di distrik Saltivka, ditengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kharkiv, Ukraina, Selasa (17/5/2022). ( ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes/RWA/djo)

SINAR HARAPAN - INTELIJEN Inggris, militer Ukraina, dan Kremlin memiliki perbedaan signifikan soal jumlah korban jiwa dari tentara Rusia.

Intelijen Inggris melaporkan dalam hampir tiga bulan perang di Ukraina, pasukan Rusia diperkirakan menderita kerugian sebanyak yang dialami tentara Soviet pertempuran di Afghanistan yang berlangsung 9 tahun seperti dipublikasi di Twitter Kementerian Pertahanan Inggris, @DefenceHQ.

Informasi dari badan Intelijen Pertahanan Inggris mengatakan  kombinasi taktik tingkat rendah yang buruk, perlindungan udara yang terbatas, kurangnya fleksibilitas, dan pendekatan komando yang disiapkan mengakibatkan kegagalan dan kesalahan berulang.

Baca Juga: Donbas Hancur Luluh Lantak, Zelensky Sebut Rusia Lakukan Pembersihan Etnis

Semua hal ini menyebabkan tingkat korban yang tinggi di militer Rusia yang bertempur di Ukraina. Menurut intelijen Inggris, jumlah korban tewas Rusia terus meningkat, terlebih saat ekskalasi serangan di Donbas.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan ada 29.200 korban militer Rusia yang tewas Ukraina sejak awal perang pada 24 Februari.

Namun, jumlah korban tewas Rusia ini berbeda jauh tinggi daripada yang diakui resmi oleh Kremlin. Dalam laporan resmi Rusia terbaru, jumlah korban tewas negara itu di Ukraina hanya lebih dari 1.500 korban.

Baca Juga: Mantan Kepala Intelijen Inggris Prediksi Putin Akan Lengser di 2023 dan Masuk Sanatorium Karena Penyakitnya

Pada tanggal 15 Mei, Kementerian Pertahanan Inggris memperkirakan bahwa Rusia kemungkinan besar kehilangan sepertiga dari pasukannya yang dikirim untuk melakukan invasi ke Ukraina.

NATO sendiri memperkirakan kerugian Rusia antara 7.000 dan 15.000. Sebagai infromasi pada Desember 1979, Soviet menginvasi Afghanistan yang berlangsung hingga Februari 1989.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Minta G-7 dan G-20 Atasi Krisis Pangan

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:31 WIB
X