• Rabu, 29 Juni 2022

Mantan Kepala Intelijen Inggris Prediksi Putin Akan Lengser di 2023 dan Masuk Sanatorium Karena Penyakitnya

- Senin, 23 Mei 2022 | 10:48 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Unsplash)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Unsplash)

SINAR HARAPAN - MANTAN Kepala MI6 Badan Intelijen Inggris, Sir Richard Dearlove memperkirakan pada Kamis lalu bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan lagi menjadi pemimpin negaranya pada tahun 2023 karena masalah kesehatan.

"Saya pikir dia akan pergi pada tahun 2023, tetapi mungkin ke sanatorium," kata Dearlove di podcast One Decision. "Itulah cara untuk melanjutkan sesuatu tanpa kudeta," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Sebagai informasi, sanatorium adalah salah satu fasilitas medis yang dituju oleh pasien-pasien dengan penyakit kronis atau penyakit jangka panjang yang membutuhkan penanganan medis menyeluruh. 

Baca Juga: Berupaya Akhiri Perang di Ukraina, Paus Tawarkan untuk Mengunjungi Moskow dan Bertemu Putin

Selama wawancaranya, Dearlove juga meramalkan bahwa Rusia mungkin terpecah belah.

Ini akan berlangsung selama 12 hingga 18 bulan ke depan karena sanksi Barat yang dikenakan pada negara tersebut, konflik di Ukraina, dan kinerja militer Rusia saat ini.

Komentar Dearlove muncul menanggapi kesehatan Putin. Christopher Steele, mantan pejabat intelijen di Inggris, baru-baru ini membuat komentar serupa, mengatakan bahwa Putin meninggalkan pertemuan untuk menerima perawatan medis.

Baca Juga: Putin Peringatkan Finlandia untuk Tidak Bergabung dengan NATO

"Pertemuan dewan keamanan yang diperkirakan berlangsung selama satu jam penuh sebenarnya dipecah menjadi beberapa bagian," Steele, yang bertugas di kantor intelijen MI6, mengatakan selama wawancara seperti dikutip dari Yahoo.

"[Putin] keluar dan menerima semacam perawatan medis di antara bagian-bagian itu," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Minta G-7 dan G-20 Atasi Krisis Pangan

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:31 WIB
X