• Minggu, 26 Juni 2022

Peraih Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta Dilantik Jadi Presiden Timor Leste Kelima

- Jumat, 20 Mei 2022 | 15:41 WIB
Jose Ramos-Horta kembali terpilih menjadi Presiden Timor Leste (foto:ramoshorta.com) (ramoshorta.com/Terpantau)
Jose Ramos-Horta kembali terpilih menjadi Presiden Timor Leste (foto:ramoshorta.com) (ramoshorta.com/Terpantau)

SINAR HARAPAN - TOKOH kemerdekaan Timor Leste dan peraih Nobel Jose Ramos Horta dilantik sebagai presiden kelima negara itu pada Jumat, 20 Mei 2022.

Dia berjanji mendedikasikan waktunya di kantor untuk memperkuat persatuan nasional dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan China.

Ramos Horta sebelumnya menjabat sebagai presiden 2007-2012 dan perdana menteri dan menteri luar negeri.

Baca Juga: Pertanian dan Pabrik Tetap Beroperasi di Tengah Wabah, Korea Utara Klaim Berhasil Perangi Wabah COVID 19

Ribuan orang melakukan perjalanan untuk menyaksikan pelantikan di ibu kota Dili. Pria berusia 72 tahun itu dilantik tepat sebelum tengah malam dalam sebuah upacara yang penuh dengan kembang api dan tembakan meriam.

Presiden baru itu mengatakan dia akan mewakili semua orang Timor, dan berusaha untuk membangun kembali persatuan nasional setelah kebuntuan politik yang berkepanjangan di parlemen.

Ramos Horta, yang meraih kemenangan menentukan dalam putaran kedua pemungutan suara bulan lalu, mengatakan hubungan dengan Indonesia, Australia, dan kawasan harus menjadi agenda utama nasional, dan bahwa hubungan dengan China akan diperkuat.

Baca Juga: Donbas Hancur Luluh Lantak, Zelensky Sebut Rusia Lakukan Pembersihan Etnis

"Ini adalah niat kami untuk memperluas kerja sama bilateral dengan China," katanya. "Terutama di bidang pertanian organik yang berkelanjutan, industri kecil, perdagangan, teknologi baru, energi terbarukan, konektivitas, digitalisasi, kecerdasan buatan dan infrastruktur perkotaan dan pedesaan."

Dia mengatakan akan mendorong ketahanan pangan yang lebih besar dan mengusulkan pembentukan dana kopi untuk melindungi petani dari fluktuasi harga global.

Sebagai salah satu negara yang paling bergantung pada minyak dan gas di dunia, negara setengah pulau berpenduduk 1,3 juta orang itu telah bergulat menjalankan diversifikasi ekonomi dan mengurangi tingkat kemiskinan yang tinggi.

Baca Juga: Aksi Kekerasan Bersenjata di AS Meningkat, WNI Diminta Waspada dan Hindari Bepergian Sendirian

Kendati dia calon independen dalam pemilihan presiden, Ramos-Horta didukung oleh partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT), yang dipimpin oleh mantan presiden dan perdana menteri Xanana Gusmao.

Gusmao bersemangat mempromosikan proyek Tasi Mane, yang akan mengeksplorasi minyak dan gas dari ladang Greater Sunrise yang dikembangkan di darat, dan China disebut-sebut sebagai pengembang potensial.

Ramos-Horta juga mengatakan akan terus membina hubungan khusus dengan Amerika Serikat, dan mengadvokasi Timor Leste untuk bergabung dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Baca Juga: Kemlu: Penolakan pada Abdul Somad Adalah Kedaulatan Singapura

Upacara pelantikan pada Jumat itu menandai 20 tahun kemerdekaan Timor Leste.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X