• Jumat, 19 Agustus 2022

Kemenlu Palestina Kecam Proyek Kereta Gantung Israel yang Akan Dibangun Dekat Masjid Al Aqsa

- Senin, 16 Mei 2022 | 10:47 WIB
Arsip - Pasukan keamanan Israel berpatroli saat terlibat bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di di Yerusalem Timur (22/4/2022). (ANTARA/Xinhua/Muammar Awad/aa)
Arsip - Pasukan keamanan Israel berpatroli saat terlibat bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di di Yerusalem Timur (22/4/2022). (ANTARA/Xinhua/Muammar Awad/aa)

SINAR HARAPAN - KEMENTERIAN Luar Negeri Palestina pada Minggu, 15 Mei 2022 mengecam putusan pengadilan Israel yang menyetujui proyek kereta gantung di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Pernyataan kemlu menyebut proyek kereta gantung itu sebagai 'bagian integral dari kampanye Yudaisasi Israel di Yerusalem dengan tujuan untuk membuang identitas Palestina, Islam dan Kristen mereka.'

"Keputusan pengadilan menjadi bukti lain bahwa sistem pengadilan merupakan bagian dari pendudukan Israel untuk meladeni rencana permukiman dan Yudaisasi mereka," kata Kemlu.

Baca Juga: Polisi Israel Memukul dan Menendang Pengusung Jenazah Wartawati Al Jazeera Hingga Peti Mati Nyaris Jatuh

Pihaknya akan meminta banding ke pemerintah Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk menekan Israel supaya menghentikan proyek di kota pendudukan tersebut.

Mahkamah Agung Israel pada Minggu menolak petisi terhadap konstruksi proyek yang membentang lebih dari 1,4 km dari daerah Bukit Zaitun ke Gerbang Al-Maghariba, salah satu gerbang utama Kota Tua Yerusalem, dekat Masjid Al Aqsa.

Israel menduduki Yerusalem Timur, di mana kompleks Masjid Al Aqsa berada, selama perang Arab-Israel pada 1967. Israel lantas merampas seluruh kota tersebut pada 1980 dan tindakan itu tidak pernah diakui oleh dunia.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X