• Jumat, 30 September 2022

Gegara Tawuran Geng, Penjara di Ekuador Rusuh: 108 Narapidana Kabur, 43 Orang Tewas

- Selasa, 10 Mei 2022 | 10:37 WIB
nggota keluarga narapidana berkumpul di luar penjara Santo Domingo de los Tsachilas setelah pihak berwenang Ekuador melaporkan bahwa mereka berhasil memadamkan kerusuhan dan menangkap kembali beberapa narapidana yang melarikan diri, di Santo Domingo, Ekuador, 9 Mei 2022. (ANTARA/Reuters/Johanna Alarcon/as)
nggota keluarga narapidana berkumpul di luar penjara Santo Domingo de los Tsachilas setelah pihak berwenang Ekuador melaporkan bahwa mereka berhasil memadamkan kerusuhan dan menangkap kembali beberapa narapidana yang melarikan diri, di Santo Domingo, Ekuador, 9 Mei 2022. (ANTARA/Reuters/Johanna Alarcon/as)

SINAR HARAPAN - PULUHAN narapidana tewas dalam kerusuhan pada Senin pagi ketika terjadi tawuran di kalangan anggota geng yang bermusuhan di sebuah penjara di kota Santo Domingo, Ekuador, kata pemerintah.

Sebanyak 108 narapidana masih kabur dan 112 telah ditangkap kembali, kata Menteri Dalam Negeri Patricio Carrillo kepada pers.

Pihak berwenang mengatakan kerusuhan itu terjadi setelah seorang kepala geng dipindahkan ke penjara Bellavista di Santo Domingo berdasarkan perintah pengadilan, yang ditengarai sebagai penyebab kerusuhan di kalangan penghuni.

Baca Juga: Sedikitnya 24 Orang Tewas Akibat Longsor di Ibu Kota Ekuador

Kemendagri dan Kejaksaan Agung Ekuador sama-sama melaporkan bahwa 43 narapidana telah tewas. Sebagian besar meninggal karena ditusuk, kata Carrillo.

Peristiwa itu menjadi insiden terbaru tentang kekerasan dalam penjara yang telah mengguncang Ekuador.

Tahun lalu, 316 narapidana tewas dalam kerusuhan di berbagai penjara di negara Amerika Selatan tersebut.

Baca Juga: Seorang Warga AS Mantan Pendukung Trump Dihukum Penjara 20 Tahun Karena Mencoba Membantu ISIS

Penjara Bellavista berhasil dikendalikan, kata komandan polisi Fausto Salinas. Dia menambahkan pagar keamanan didirikan di sekitar perimeter penjara setelah narapidana melarikan diri.

Komisi HAM Antar-Amerika sebelumnya mengatakan sistem keamanan penjara dirusak oleh sikap abai pemerintah, tidak adanya kebijakan komprehensif, dan kondisi penjara yang buruk.

Penjara-penjara di negara itu menampung 35 ribu orang atau 15 persen di atas kapasitas maksimum.

Baca Juga: TKI Hong Kong Dilaporkan Divonis 20 Tahun Penjara karena Narkoba

Presiden Guillermo Lasso telah berjanji untuk mengurangi kekerasan di penjara melalui proses pasifikasi geng, pembebasan dini narapidana serta reformasi politik dan sosial.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X