• Sabtu, 20 Agustus 2022

Aduh, Kasus Cacar Monyet Langka Terkonfirmasi di Inggris! Waspadai 8 Gejalanya Berikut

- Minggu, 8 Mei 2022 | 16:00 WIB
Ilustrasi - Cacar monyet. (Harian Sederhana)
Ilustrasi - Cacar monyet. (Harian Sederhana)

SINAR HARAPAN - KASUS cacar monyet telah dikonfirmasi di Inggris, kata Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), pada Sabtu, 7 Mei 2022 seperti dilansir dari situs resmi GOV.UK.

Pasien diyakini tertular infeksi virus langka dari Nigeria, tempat mereka berada sebelum tiba di Inggris. Pasien saat ini berada di unit isolasi dan dirawat di unit ahli penyakit menular di Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust, London.

Monkeypox atau cacar monyet sebenarnya tidak mudah menyebar antar manusia. Ini biasanya penyakit ringan yang sembuh sendiri dan kebanyakan orang sembuh dalam beberapa minggu.

Baca Juga: WHO: Wabah Hepatitis yang Terjadi pada Anak-anak di AS dan Eropa Mungkin Terkait dengan Adenovirus

Namun, penyakit bisa berkembang jadi penyakit parah dapat terjadi pada beberapa individu. Infeksi dapat menyebar dengan seseorang yang melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, tetapi risiko penularan ke populasi umum sangat rendah, kata UKHSA.

Sebagai tindakan pencegahan, UKHSA dan NHS bekerja untuk menghubungi mereka yang mungkin telah melakukan kontak dekat dengan individu yang terinfeksi termasuk penumpang maskapai yang berada di dekat pasien dalam penerbangan mereka.

Mereka yang tidak memiliki gejala tidak dianggap tertular, tetapi mereka yang melakukan kontak dekat akan diberitahu bahwa jika mereka mulai merasa tidak enak badan, mereka dapat segera diobati.

Baca Juga: Dokumen Internal AS: COVID-19 Varian Delta Menular Secepat Cacar Air

Cacar monyet biasanya ditemukan di bagian terpencil Afrika tengah dan barat dekat hutan hujan tropis dengan delapan gejala yang biasanya tidak muncul setidaknya selama lima hari.

'Masa inkubasi' ini dapat berlangsung hingga 13 atau 21 hari sebelum jelas bahwa orang tersebut menderita cacar monyet.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: GOV.UK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X