• Sabtu, 13 Agustus 2022

Studi: Obesitas Bisa Menurunkan Respons Antibodi Tubuh Terhadap Vaksin COVID 19

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 09:15 WIB
Ilustrasi - Obesitas. (Vecteezy)
Ilustrasi - Obesitas. (Vecteezy)

SINAR HARAPAN - PENELITIAN baru yang dipresentasikan pada Kongres Eropa tentang Obesitas (ECO) tahun ini di Maastricht, Belanda (4 hingga 7 Mei 2022), menunjukkan bahwa orang dewasa (berusia 18 tahun atau lebih) dengan obesitas parah menghasilkan respons imun yang jauh lebih lemah terhadap vaksinasi COVID 19 dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal.

Studi ini dilakukan oleh Profesor Volkan Demirhan Yumuk dari Universitas Istanbul di Turki dan rekan-rekannya seperti dilansir dari Medical Xpress.

Studi ini juga menemukan bahwa orang dengan obesitas parah (BMI lebih dari 40kg/m2) yang divaksinasi dengan vaksin mRNA Pfizer BioNTech BNT162b2 menghasilkan lebih banyak antibodi secara signifikan.

Baca Juga: Salah Satunya Obesitas, Enam Kelompok Berikut Ini Paling Rentan Alami Sindrom Pasca-Covid

Ini dibandingkan dengan mereka yang divaksinasi dengan vaksin CoronaVac (SARS-CoV-2 yang tidak diaktifkan). Sehingga Pfizer/ Vaksin BioNTech mungkin menjadi pilihan yang lebih baik untuk populasi yang rentan ini.

Obesitas adalah penyakit yang memperumit perjalanan COVID 19, dan respons antibodi vaksin SARS-CoV-2 pada orang dewasa dengan obesitas dapat terganggu.

Vaksin terhadap influenza, hepatitis B dan rabies, telah menunjukkan penurunan tanggapan pada orang dengan obesitas.

Baca Juga: Ahli Gizi: MSG Bukan Penyebab Obesitas

Untuk mengetahui lebih lanjut, para peneliti menyelidiki tanggapan antibodi setelah vaksinasi Pfizer/BioNTech dan CoronaVac pada 124 orang dewasa (usia rata-rata 42-63 tahun) dengan obesitas berat yang mengunjungi Pusat Obesitas di Universitas Istanbul-Cerrahpasa, Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Cerrahpaşa, antara Agustus dan November 2021.

Mereka juga merekrut kelompok kontrol yang terdiri dari 166 orang dewasa dengan berat badan normal (BMI kurang dari 25kg/m2, usia rata-rata 39-47 tahun) yang mengunjungi Unit Vaksinasi Rumah Sakit Cerrahpasa.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Medical Xpress

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X