Api Kudus Muncul di Gereja Makam Suci di Yerusalem Menjelang Paskah Kristen Ortodoks

- Minggu, 24 April 2022 | 11:45 WIB
Arsip - Jemaah Kristen mengadakan upacara di Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem. (Jerusalem Patriarch)
Arsip - Jemaah Kristen mengadakan upacara di Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem. (Jerusalem Patriarch)

SINAR HARAPAN - API Kudus turun ke Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem, sehari sebelum Paskah Ortodoks. Menurut kepercayaan Ortodoks, Api Kudus adalah keajaiban di mana cahaya biru memancar di dalam Makam Yesus Kristus seperti dikutip dari Sputnik.

Itu terjadi setiap tahun di Gereja pada Sabtu Suci. Jemaah Kristen mengadakan upacara pentahbisan api di kapel di atas Makam Suci yang dikenal sebagai Tabernakel.

Jemaah telah menunggu dari pagi hari dengan lilin di tangan mereka. Mereka bersorak kegirangan dan lonceng berbunyi di sore hari ketika Patriark Ortodoks Yunani Theophilos III keluar dari Edicule, yang secara tradisional diyakini sebagai tempat pemakaman Kristus, memegang lilin yang menyala.

Baca Juga: Empat Negara Eropa Desak Israel Setop Pemukiman di Yerusalem Timur

Terletak di kawasan Kristen di kota tua Yerusalem, Gereja Makam Suci menampung dua situs tersuci dalam agama Kristen. Yang pertama adalah tempat di mana Yesus Kristus disalibkan dan yang kedua, lokasi di mana ia diyakini dikuburkan dan dibangkitkan.

Para pemimpin gereja pada awalnya berselisih dengan otoritas Israel mengenai ukuran acara, setelah pihak berwenang berusaha membatasi jumlah peserta untuk memastikan keselamatan mereka.

Patriark mengajukan petisi atas keputusan polisi di Mahkamah Agung, meminta kompromi yang memungkinkan 4.000 orang untuk menghadiri upacara di gereja dan alun-alun di luar, kata seorang juru bicara polisi seperti dikutip dari France24.

Baca Juga: Ramadhan di Yerusalem Dimeriahkan Musisi

Saat ini, denominasi Ortodoks Yunani, Armenia dan Katolik Roma berbagi hak asuh atas gereja ini.

Masyarakat Kristen merupakan populasi lebih dari 18 persen penduduk di Tanah Suci ketika Israel didirikan pada tahun 1948. 

Namun, sekarang jumlahnya kurang dari dua persen dengan mayoritas merupakan Kristen Ortodoks.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Pahit Etnis Armenia di Nagorno-Karabakh

Jumat, 29 September 2023 | 07:15 WIB
X