• Selasa, 29 November 2022

China Tuduh AS dan NATO 'Menyemangati' Ukraina untuk Berperang 10 Tahun Melawan Rusia

- Rabu, 20 April 2022 | 10:11 WIB
Ilustrasi bendera China. (Vecteezy)
Ilustrasi bendera China. (Vecteezy)

SINAR HARAPAN - MEDIA China yang dikelola pemerintah, Global Times, menerbitkan sebuah editorial pada Senin, 18 April 2022 menuduh Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) 'menyemangati Ukraina untuk berperang 10 tahun.'

'Tepatnya karena aliran terus-menerus bantuan ekonomi dan militer dari AS dan NATO yang telah memperpanjang konflik militer, menyemangati Ukraina untuk berperang selama 10 tahun. Tetapi pada akhirnya itu hanyalah ilusi,' kata editorial itu seperti dilansir dari Newsweek.

Editorial ini menyoroti dukungan AS dan NATO yang terus-menerus memasok senjata ke Ukraina dan membuat negara itu tergantung pada pasokan dari AS dan NATO.

Baca Juga: Zelensky: Dokumen Perdamaian Rusia Ukraina Bisa Terdiri dari Dua Perjanjian Terpisah

Editorial itu terbit beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara tentang perang di negaranya melawan Rusia dan mengatakan bangsanya akan terus berjuang bahkan selama satu dekade.

“Kami ingin membebaskan negara kami, mengambil kembali milik kami. Kami dapat melawan Federasi Rusia selama 10 tahun untuk mengambil milik kami. Kami dapat menempuh jalan seperti itu,” kata Zelensky.

Untuk mewujudkan perjuangan negaranya, Zelensky mendorong AS dan negara-negara Eropa lainnya untuk memberikan lebih banyak bantuan dan peralatan militer.

Baca Juga: Zelensky: Donbas-lah yang Ingin Dihancurkan Rusia Sejak Awal

"Untuk berperang sebagai satu, perlu ada peralatan hari ini atau besok, tidak dalam dua atau tiga bulan. Beberapa negara tidak menawarkan bantuan. Mereka dapat mengirim jutaan, tetapi kami masih dapat kehilangan negara kami," katanya.

Menanggapi pendapat Zelensky, Global Times juga menyinggung kesediaan Uni Eropa untuk menghadapi perang yang berlangsung 10 tahun di benuanya sendiri.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Newsweek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X