• Kamis, 11 Agustus 2022

Jerman dan Prancis Usir Total 75 Diplomat Rusia Buntut Pembunuhan Warga Sipil di Bucha Ukraina

- Selasa, 5 April 2022 | 12:29 WIB
Kondisi daerah tinggal penduduk di Ukraina, dipublikasikan oleh akun Staff of the Armed Forces of Ukraine pada 3 April 2022. (Facebook.com/Staff of the Armed Forces of Ukraine)
Kondisi daerah tinggal penduduk di Ukraina, dipublikasikan oleh akun Staff of the Armed Forces of Ukraine pada 3 April 2022. (Facebook.com/Staff of the Armed Forces of Ukraine)

SINAR HARAPAN - PEMERINTAH Jerman menyatakan 40 diplomat Rusia sebagai 'orang yang tidak diinginkan', kata menteri luar negeri Annalena Baerbock, tindakan yang sama saja dengan pengusiran dari negara itu seperti yang dilansir dari Newsweek.

Pengumuman ini dilakukan pada Senin, 4 April 2022 mengikuti langkah serupa beberapa negara Eropa lain dalam beberapa hari terakhir sebagai reaksi terhadap perang Rusia di Ukraina.

Tak lama setelah pengumuman Jerman, Prancis mengatakan akan mengusir 35 diplomat Rusia sebagai bagian dari aksi bersama Eropa. Sebelumnya pada hari Senin, Lithuania juga mengusir duta besar Rusia.

Baca Juga: Hasil Negosiasi Rusia-Ukraina: Kyiv Janji Tak Buka Pangkalan Militer untuk Asing, Moskow Akan Kurangi Serangan

Rusia menghadapi kritik global yang meningkat atas tuduhan bahwa pasukannya telah melakukan kekejaman di Bucha, sebuah kota dekat Kyiv.

“Gambar-gambar dari Bucha berbicara tentang kebrutalan yang luar biasa oleh para pemimpin Rusia dan oleh mereka yang mengikuti propagandanya dengan keinginan tak terbatas untuk memusnahkan,” kata Baerbock.

Moskow mengatakan keputusan Jerman untuk mengusir sejumlah diplomat Rusia 'tidak bersahabat' dan akan memperburuk hubungan.

Baca Juga: Pejabat Ukraina: Putin-Zelensky Saat Ini Mungkin Akan Bertemu di Turki

“Pengurangan tidak berdasar dalam jumlah staf diplomatik di misi Rusia di Jerman akan mempersempit ruang untuk menjaga dialog antara negara-negara kita, yang akan menyebabkan memburuknya lebih lanjut dalam hubungan Rusia-Jerman,” kata kedutaan Rusia di Berlin dalam sebuah pernyataan yang diposting di Telegram.

 

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Newsweek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibukota Korsel Seoul Dilanda Banjir Besar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X