• Kamis, 11 Agustus 2022

Paus Fransiskus Mengkritik Putin untuk Pertama Kalinya atas Perang di Ukraina

- Minggu, 3 April 2022 | 04:39 WIB
Paus Fransiskus (Instagram.com/franciscus)
Paus Fransiskus (Instagram.com/franciscus)

SINAR HARAPAN - PAUS Fransiskus mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasi yang sedang berlangsung ke Ukraina dan menyesalkan kondisi saat ini dengan menggambarkannya sebagai 'bayangan gelap perang.'

Paus merujuk pada 'beberapa penguasa' dalam komentarnya pada Kamis, 31 Maret 2022 ketika ia membicarakan konsepsi 'anakronistik' dan kepentingan nasional seperti dilansir dari Politico.

Pernyataannya muncul ketika pasukan Rusia di Ukraina dilaporkan menarik diri dari daerah sekitar ibukota Ukraina Kyiv, sementara pasukan Ukraina maju.

Baca Juga: Paus Fransiskus Minta Maaf kepada Penduduk Asli Kanada atas Kasus Kekerasan pada Tahun 1800-an

Kepala Gereja Katolik Roma membuat pernyataan tersebut pada awal kunjungan dua hari ke negara kepulauan Malta. Meskipun dia tidak menyebut nama Putin, komentarnya dianggap sebagai kritik paling keras terhadap pemimpin Rusia tersebut.

"Dari timur Eropa, dari negeri matahari terbit, bayang-bayang gelap perang kini telah menyebar," kata Paus. "Kita mengira invasi ke negara lain, pertempuran jalanan yang biadab, dan ancaman atom adalah kenangan suram dari masa lalu yang jauh," lanjutnya.

"Namun, angin perang yang dingin, yang hanya membawa kematian, kehancuran, dan kebencian, telah menyapu kehidupan banyak orang dan mempengaruhi kita semua," lanjut Paus Fransiskus.

Baca Juga: Paus Fransiskus Besuk Anak-anak Pengungsi Ukraina di Rumah Sakit

"Sekali lagi, beberapa penguasa, sayangnya terperangkap dalam klaim anakronistik dari kepentingan nasionalis, memprovokasi dan mengobarkan konflik, sedangkan orang-orang biasa merasakan kebutuhan untuk membangun masa depan yang, mungkin akan dibagi, atau tidak sama sekali," tambah Paus. 

Rusia memiliki populasi Katolik Roma lebih dari 700.000 orang. Ini mencakup sekitar 0,5 persen dari penduduknya menurut angka dari CIA World Factbook.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Politico

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibukota Korsel Seoul Dilanda Banjir Besar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X