• Selasa, 16 Agustus 2022

Pria Bersenjata Menembak Membabi Buta di Kota Ultra Ortodoks Israel, 5 Orang Tewas

- Rabu, 30 Maret 2022 | 10:54 WIB
Ambulans 101 Dan Dispatch Center MDA yang mengevakuasi korban insiden penembakan di Jalan Hashnaim, Bnei Brak pada Selasa, 29 Maret 2022 malam. (Twitter.com/@Mdais)
Ambulans 101 Dan Dispatch Center MDA yang mengevakuasi korban insiden penembakan di Jalan Hashnaim, Bnei Brak pada Selasa, 29 Maret 2022 malam. (Twitter.com/@Mdais)

SINAR HARAPAN - SEORANG pria bersenjata telah menewaskan sedikitnya lima orang di Bnei Brak, pinggiran kota ultra-Ortodoks Israel Tel Aviv pada Selasa 29 Maret 2022, sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh petugas keamanan seperti dilansir dari Al Jazeera.

“Sayangnya kami harus mencatat bahwa lima orang telah meninggal,” kata Eli Bin, kepala tanggap darurat Magen David Adom. Beberapa orang lainnya menderita luka-luka yang cukup serius dan mengancam jiwa, menurut juru bicara layanan penyelamatan ZAKA.

Dalam pernyataannya, polisi mengatakan bahwa seorang pria dengan senapan telah menembaki orang yang lewat di dua lokasi berbeda di Bnei Brak, di timur Tel Aviv. Dia ditembak oleh petugas di tempat kejadian.

Baca Juga: Arab Saudi Eksekusi Mati 81 Orang dalam Sehari, Termasuk Jaringan ISIS dan Al-Qaeda

Lewat akun Twitternya, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan negara itu dicengkeram oleh 'gelombang terorisme Arab yang mematikan' dan mengadakan pertemuan darurat pejabat tinggi keamanan.

Serangan itu adalah yang terbaru dari serangkaian insiden yang menimbulkan kekhawatiran keamanan di Israel. Itu terjadi dua hari setelah penembakan di kota Hadera yang menewaskan dua petugas polisi, dan seminggu setelah penusukan di kota selatan Beer al-Sabe (Be'er Sheva) di mana empat orang tewas.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan dalam seminggu terakhir, di mana para penyerang tewas.

Baca Juga: Militer AS Serang Militan ISIS di Kabul

 Pihak berwenang pada hari Selasa mengatakan pasukan keamanan Israel telah menggerebek rumah setidaknya 12 warga Palestina Israel, dan menangkap dua orang yang diduga memiliki hubungan dengan ISIS, sebagai bagian dari tindakan keras keamanan yang dipicu oleh serangan baru-baru ini.

Beberapa jam sebelum serangan itu, Bennett mengatakan serangan baru-baru ini di dalam Israel menandai 'situasi baru' yang memerlukan peningkatan langkah-langkah keamanan.***

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X