• Kamis, 11 Agustus 2022

Hasil Negosiasi Rusia-Ukraina: Kyiv Janji Tak Buka Pangkalan Militer untuk Asing, Moskow Akan Kurangi Serangan

- Rabu, 30 Maret 2022 | 08:14 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di depan delegasi Ukraina dan Rusia dalam negosiasi di Istanbul, Turki, 29 Maret 2022. (Twitter.com/@RTErdogan)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di depan delegasi Ukraina dan Rusia dalam negosiasi di Istanbul, Turki, 29 Maret 2022. (Twitter.com/@RTErdogan)

SINAR HARAPAN - NEGOSIASI Rusia dan Ukraina yang berlangsung di Istanbul pada Selasa, 29 Maret 2022 dilaporkan bersifat konstruktif, kata kepala delegasi Rusia, Ajudan Presiden Vladimir Medinsky, kepada wartawan seperti dilansir dari TASS.

Moskow membuat dua langkah de-eskalasi. Salah satunya menawarkan untuk mengadakan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersamaan dengan penandatanganan perjanjian damai oleh Kementerian Luar Negeri mereka, atau lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya.

Lainnya, pasukan Rusia akan secara drastis mengurangi aktivitas mereka menuju Kyiv dan Chernihiv. Pembicaraan itu seharusnya berlangsung dua hari, tanggal 29 dan 30 Maret 2022, tetapi sumber di delegasi Rusia dan Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pertemuan pada hari Rabu dibatalkan.

Baca Juga: Dapat Harga Bagus, Pertamina Pertimbangkan Beli Minyak dari Rusia

Delegasi Rusia telah menerima delegasi Ukraina dalam 'posisi yang diungkapkan dengan jelas' kata Medinsky. Proposal Kyiv, akan dipelajari dalam waktu dekat dan dilaporkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Selanjutnya, Moskow akan kembali dengan tanggapan.

Selain itu, Rusia melakukan dua langkah de-eskalasi, di bidang politik dan militer. Langkah pertama adalah bahwa Rusia menawarkan Kyiv untuk memajukan kemungkinan pertemuan antara para pemimpin negara.

Awalnya Putin dan Zelensky seharusnya bertemu setelah Kementerian Luar Negeri mereka menandatangani perjanjian damai, sekarang kedua acara ini diusulkan untuk diadakan secara bersamaan.

Baca Juga: Jubir Kemlu Rusia: Ekonomi Uni Eropa Dirusak, Hanya AS yang Dapat Keuntungan dari Sanksi Anti-Rusia

Langkah kedua diumumkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin. "Seiring pembicaraan (...) beralih ke persyaratan praktis, Kementerian Pertahanan Rusia (...) telah memutuskan untuk secara drastis (...) mengurangi aktivitas militer menuju Kiev (Kyiv) dan Chernigov (Chernihiv)," katanya.

Proposal dari Ukraina termasuk larangan produksi dan penyebaran senjata pemusnah massal, serta larangan penyebaran pangkalan militer asing di Ukraina, Medinsky mengatakan kepada TASS. Dia kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa posisi Kiev juga menyiratkan penolakan untuk mengejar kembalinya Krimea dan Sevastopol ke Ukraina dengan kekuatan militer.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: TASS

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibukota Korsel Seoul Dilanda Banjir Besar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:32 WIB

Akun Telegram PM Malaysia Ismail Sabri Diretas

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:08 WIB
X