Dapat Harga Bagus, Pertamina Pertimbangkan Beli Minyak dari Rusia

- Selasa, 29 Maret 2022 | 17:31 WIB
Ilustrasi - Pekerja Pertamina di instalasi pemerosesan migas Pertaina. (Instagram.com/pertamina)
Ilustrasi - Pekerja Pertamina di instalasi pemerosesan migas Pertaina. (Instagram.com/pertamina)

SINAR HARAPAN - PERUSAHAAN energi Indonesia PT Pertamina sedang mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah dari Rusia karena mencari minyak untuk kilang yang baru direnovasi, kata Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, Senin 28 Maret 2022 seperti dilansir dari Chanel News Asia.

Berbicara pada dengar pendapat dengan DPR, Nicke mengatakan di tengah ketegangan geopolitik saat ini, Pertamina melihat 'kesempatan untuk membeli (minyak) dari Rusia dengan harga yang baik'. 

"Secara politik, tidak ada masalah selama perusahaan yang kita hadapi tidak dikenai sanksi. Kami juga telah membahas pengaturan pembayaran, yang mungkin melalui India," katanya kepada anggota parlemen.

Baca Juga: Jubir Kemlu Rusia: Ekonomi Uni Eropa Dirusak, Hanya AS yang Dapat Keuntungan dari Sanksi Anti-Rusia

Indonesia memegang kursi kepresidenan G20 tahun ini dan mengatakan akan tetap netral di tengah konflik Rusia-Ukraina, yang telah memicu krisis kemanusiaan dan geopolitik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Pemerintah Indonesia telah menyuarakan keprihatinan tentang invasi tetapi berhenti mengutuknya.

Nicke mengatakan Pertamina saat ini sedang berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri dan bank sentral Indonesia mengenai rencana tersebut dan telah mendekati beberapa penjual Rusia untuk membeli minyak mentah untuk pengujian di kilang Pertamina.

Pertamina diharapkan menyelesaikan pembenahan kilang Balongan pada Mei tahun ini kata Nicke, sehingga kilang tersebut bisa memproses semua jenis minyak mentah. “Hingga saat ini baru bisa mengolah minyak mentah dengan kandungan sulfur rendah, dan ini mahal,” ujarnya.

Upgrade kilang Balongan akan menambah kapasitas minyak 25.000 barel per hari (bph) tahun ini dari kapasitas saat ini yang sekitar 125.000 bph.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X