• Minggu, 27 November 2022

Delegasi Penduduk Asli Kanada Berharap Paus Minta Maaf Atas Kekerasan Masa Lampau yang Mereka Alami

- Senin, 28 Maret 2022 | 21:28 WIB
Arsip - Paus Fransiskus saat memberikan ceramah soal tantangan dalam masa pandemi di Vatikan, foto dipublikasi pada 12 Januari 2022. (Instagram.com/franciscus)
Arsip - Paus Fransiskus saat memberikan ceramah soal tantangan dalam masa pandemi di Vatikan, foto dipublikasi pada 12 Januari 2022. (Instagram.com/franciscus)

SINAR HARAPAN - PERWAKILAN 32 delegasi Penduduk Asli Kanada, termasuk tiga penduduk lokal Provinsi Alberta, terbang ke Vatikan untuk bertemu dengan Paus Fransiskus dengan harapan menerima permintaan maaf atas masa kecil dan kehidupan traumatis yang mereka terima dari sistem sekolah perumahan Kanada.

Pastor Jim Corrigan, vikaris jenderal untuk Keuskupan Agung Edmonton, mengatakan Uskup Agung Edmonton Richard Smith dan Uskup Calgary William McGrattan terbang lebih awal dan untuk menemani 32 delegasi yang mewakili tiga kelompok, First Nations or Indigenous, Métis, dan Inuit.

Tiga delegasi ini termasuk Kepala Wilton Littlechild dari Ermineskin First Nation, mantan Ketua Besar Perjanjian No. 6 dan mantan anggota parlemen Konservatif, Tetua Grande Prairie Métis Angie Crerar dan Gary Dagnon.

Baca Juga: Kanada Minta Warganya untuk Meninggalkan Rusia

Setiap kelompok dijadwalkan untuk bertemu pribadi selama satu jam dengan Paus sebelum Paus menghadiri acara publik dan televisi pada Jumat, 1 April 2022.

Kedatangan delegasi-delegasi ini adalah bagian dari penyelesaian masalah dari sistem gereja dan sekolah perumahan yang dikelola negara dan beroperasi di Kanada dari akhir 1800-an hingga 1996. Di saat itu, sekolah-sekolah ini telah melakukan upaya pengasimilasian anak-anak pribumi secara paksa ke dalam budaya Eropa arus utama.

Dalam waktu hampir 200 tahun, sekitar 150.000 anak-anak Pribumi diambil dari orang tua dan komunitas mereka dan dipaksa untuk bersekolah di sekolah, di mana pelecehan verbal, fisik, seksual, spiritual dan emosional merajalela.

Baca Juga: Protes Penentang Wajib Vaksin Lumpuhkan Ibu Kota Kanada

Bahasa dan praktik budaya Pribumi juga dilarang pada saat itu. Ada 139 sekolah semacam ini di seluruh Kanada dan Gereja Katolik mengawasi 60 persennya. 

Selama hampir dua dekade, Littlechild bersama warga pribumi lainnya telah mengadvokasi kepala Gereja Katolik untuk meminta maaf atas peran yang dimainkan Gereja saat itu.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran Pabrik Garmen di Henan, 38 Orang Tewas

Kamis, 24 November 2022 | 02:41 WIB
X